Kompas.com - 05/09/2014, 07:35 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Forum Ekonomi Dunia (WEF) baru saja merilis laporan tahunannya mengenai negara-negara yang paling kompetitif di dunia. Tahun ini Indonesia menempati peringkat 34 dari 144 negara berdasarkan laporan WEF tersebut.

Apa sebenarnya kriteria penilaian negara paling memiliki berdaya saing menurut WEF? Mengutip Business Insider, Jumat (5/9/2014), laporan WEF itu membuat pemeringkatan atas negara-negara berdasarkan 12 pilar daya saing.

"Laporan peringkat dibuat berdasarkan 12 pilar daya saing: institusi, infrastruktur, kondisi makroekonomi, kesehatan dan pendidikan dasar, pendidikan tinggi dan pelatihan, efisiensi pasar, efisiensi pasar tenaga kerja, perkembangan pasar keuangan, kesiapan teknologi, ukuran pasar (market size), kemutakhiran bisnis, dan inovasi," tulis WEF dalam laporannya.

Lebih lanjut, WEF mengungkapkan investasi yang cerdas dalam hal keterampilan dan inovasi adalah kunci meningkatkan produktivitas dan daya saing. Selain itu, hal-hal tersebut juga mendorong pertumbuhan inklusif dengan memungkinkan semua lapisan masyarakat berkontribusi dan memperoleh manfaat dari tingginya tingkat kemakmuran negara.

"Negara-negara yang secara konsisten berada di peringkat teratas peringkat daya saing adalah negara-negara yang mampu mengembangkan, menarik dan mempertahankan kemampuannya, serta secara konstan mengenalkan produk-produk dan layanan jasa baru dan memiliki nilai tambah lebih tinggi," ungkap WEF.

WEF menambahkan, sementara seluruh pilar tersebut dinilai kepada seluruh negara, namun pilar-pilar tersebut berpengaruh berbeda kepada negara-negara. Sebab, tidak semua negara memiliki tingkatan perkembangan yang sama.

"Cara terbaik bagi Kamboja untuk memperbaiki daya saingnya tidak sama dengan cara Perancis melakukan itu, karena kedua negara berada di tingkatan pembangunan yang berbeda," tulis WEF.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

OJK Cabut Sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha Asuransi PT Sarana Lindung Upaya

OJK Cabut Sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha Asuransi PT Sarana Lindung Upaya

Whats New
Wahyoo dan Livin’ by Mandiri Gelar Kompetisi Kuliner untuk UMKM

Wahyoo dan Livin’ by Mandiri Gelar Kompetisi Kuliner untuk UMKM

Rilis
Daftar Harga Listrik Per kWh 2022 untuk Golongan Tarif Non-subsidi

Daftar Harga Listrik Per kWh 2022 untuk Golongan Tarif Non-subsidi

Spend Smart
Sama-sama Beri Utang ke Negara, Apa Beda IMF dan Bank Dunia?

Sama-sama Beri Utang ke Negara, Apa Beda IMF dan Bank Dunia?

Whats New
Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar BPJS Kesehatan, Bagaimana Realisasinya?

Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar BPJS Kesehatan, Bagaimana Realisasinya?

Whats New
Viral Isu Pencairan Kredit Tanpa Jaminan ke Pengusaha Tambang, BNI Buka Suara

Viral Isu Pencairan Kredit Tanpa Jaminan ke Pengusaha Tambang, BNI Buka Suara

Whats New
Luhut Perpanjang Sosialisasi Beli Minyak Goreng Pakai Aplikasi

Luhut Perpanjang Sosialisasi Beli Minyak Goreng Pakai Aplikasi

Whats New
Fakta Singapura, Surga Bagi WNI Sembunyikan Hartanya di Luar Negeri

Fakta Singapura, Surga Bagi WNI Sembunyikan Hartanya di Luar Negeri

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Terkena Sanksi BI Checking, Apa Akibatnya?

Terkena Sanksi BI Checking, Apa Akibatnya?

Whats New
Ratusan Jemaah Batal Berangkat Haji Furoda, Apa Uangnya Bisa Kembali?

Ratusan Jemaah Batal Berangkat Haji Furoda, Apa Uangnya Bisa Kembali?

Spend Smart
Targetkan Swasembada Gula Konsumsi di 2025, Ini Strategi BUMN

Targetkan Swasembada Gula Konsumsi di 2025, Ini Strategi BUMN

Whats New
Antisipasi Gagal Panen, Petani di Bengkulu Disarankan Ikut Program AUTP

Antisipasi Gagal Panen, Petani di Bengkulu Disarankan Ikut Program AUTP

Rilis
Erick Thohir Sebut Banyak Investor UEA Tertarik Danai IKN hingga Wisata Laut RI

Erick Thohir Sebut Banyak Investor UEA Tertarik Danai IKN hingga Wisata Laut RI

Whats New
Sulap Limbah Jagung jadi Produk Kerajinan, Pemuda Ini Dapat Hadiah dari Sandiaga Uno

Sulap Limbah Jagung jadi Produk Kerajinan, Pemuda Ini Dapat Hadiah dari Sandiaga Uno

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.