Kompas.com - 30/10/2014, 04:56 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memang berniat "jualan". Dia pun menegaskan bakal bekerja dan bersikap keras, setidaknya pada awal masa jabatan.

Menurut Susi, semua program yang telah didesain Sjarief C Soetardjo, pendahulunya di kementerian itu, sudah sangat baik. “Tetapi, kita harus memasukkan komersialisasi program, untuk meningkatkan kesejahteraan (nelayan dan pembudidaya),” kata dia, dalam sambutan usai serah terima jabatan, Rabu (29/10/2014).

Karenanya, Susi ingin jajaran birokrat punya insting bisnis. “Semua program, semua asistensi, ujung-ujungnya harus ke arah bisnis. Being commercial,” ujar dia.

Alasan Susi

Susi berpendapat, banyak bantuan dan asistensi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang selam ini kurang mendorong kesejahteraan. Selain untuk jajaran birokrat, Susi pun berkeinginan insting bisnis juga ada pada para nelayan dan pembudidaya.

“Kalau sudah komersial, apa yang mereka kerjakan menghasilkan profit. Kalau sudah profit, mereka tidak membutuhkan asistensi lagi, dan bisa kita berikan (asistensi) itu kepada yang lainnya,” terang Susi.

Susi yang juga seorang pengusaha di sektor perikanan selama 33 tahun itu menuturkan, sebetulnya banyak yang berubah dari kementeriannya ini. Dia mengaku terakhir kali berkunjung ke kementerian ini sebelum jadi menteri adalah pada 15 tahun lalu. “Saya melihat jauh berubah,” kata dia.

Namun, Susi berkeinginan semua sistem di kementeriannya ini terbangun lebih rapi sehingga semua kegiatannya bisa berkelanjutan.  “Saya mau kerja lebih keras di awal, agar sistem ini bisa sustain, dan ke depannya bisa berjalan sendiri. Saya belajar dari daerah, besar di sana, mungkin agak sedikit keras,” tegas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RI Punya Hutan Luas Tapi Setoran ke Negara Minim, Sri Mulyani: Only Rp 5 Triliun

RI Punya Hutan Luas Tapi Setoran ke Negara Minim, Sri Mulyani: Only Rp 5 Triliun

Whats New
150 Tenaga Kesehatan Indonesia Dikirim ke Arab Saudi

150 Tenaga Kesehatan Indonesia Dikirim ke Arab Saudi

Rilis
Data dan Dokumen yang Diperlukan Untuk Daftar Beli Pertalite dan Solar di MyPertamina

Data dan Dokumen yang Diperlukan Untuk Daftar Beli Pertalite dan Solar di MyPertamina

Whats New
Ekonomi Vietnam Tumbuh 7,72 Persen di Kuartal II, Didongkrak Ekspor Tekstil

Ekonomi Vietnam Tumbuh 7,72 Persen di Kuartal II, Didongkrak Ekspor Tekstil

Whats New
Iklan Berorientasi Agama dan Pentingnya Etika Periklanan

Iklan Berorientasi Agama dan Pentingnya Etika Periklanan

Whats New
Gaji Ke-13 Segera Cair, Simak Perbedaan Komponennya Dibanding Tahun 2020 dan 2021

Gaji Ke-13 Segera Cair, Simak Perbedaan Komponennya Dibanding Tahun 2020 dan 2021

Whats New
AAJI Sebut Jumlah Agen Asuransi Berlisensi Turun, Ini Penyebabnya

AAJI Sebut Jumlah Agen Asuransi Berlisensi Turun, Ini Penyebabnya

Whats New
Simak Kurs Rupiah Hari Ini di Bank Mandiri Hingga BCA

Simak Kurs Rupiah Hari Ini di Bank Mandiri Hingga BCA

Whats New
IHSG Melaju di Zona Hijau, Rupiah Tak Mampu Bangkit

IHSG Melaju di Zona Hijau, Rupiah Tak Mampu Bangkit

Whats New
Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya hingga Ciamis Jalani Uji Coba Pembelian Pertalite-Solar Pakai Aplikasi MyPertamina Mulai 1 Juli 2022

Bandung, Sukabumi, Tasikmalaya hingga Ciamis Jalani Uji Coba Pembelian Pertalite-Solar Pakai Aplikasi MyPertamina Mulai 1 Juli 2022

Whats New
Stimulus Ekonomi Bernama Gaji ke-13

Stimulus Ekonomi Bernama Gaji ke-13

Whats New
Setelah PKPU, Garuda Indonesia akan Tambah 70 Pesawat hingga Akhir 2023

Setelah PKPU, Garuda Indonesia akan Tambah 70 Pesawat hingga Akhir 2023

Whats New
Aldiracita Sekuritas Indonesia Proyeksi IHSG Sentuh Level 7.200 - 7.500 Akhir 2022

Aldiracita Sekuritas Indonesia Proyeksi IHSG Sentuh Level 7.200 - 7.500 Akhir 2022

Earn Smart
Simak 7 Cara Aman untuk Mengindari Penipuan Berkedok Investasi

Simak 7 Cara Aman untuk Mengindari Penipuan Berkedok Investasi

Earn Smart
Bikin Rugi, Garuda Indonesia Setop Operasikan Pesawat Bombardier CRJ-1000 dan ATR 72-600

Bikin Rugi, Garuda Indonesia Setop Operasikan Pesawat Bombardier CRJ-1000 dan ATR 72-600

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.