Bangun Infrastruktur Perhubungan, Jonan Akan Gunakan Kontraktor Daerah

Kompas.com - 21/01/2015, 13:28 WIB
Ignasius Jonan sedang meninjau kantornya sesaat setelah dia dilantik menjadi Menteri Perhubungan, Senin (27/10/2014). KOMPAS.com/ Yoga SukmanaIgnasius Jonan sedang meninjau kantornya sesaat setelah dia dilantik menjadi Menteri Perhubungan, Senin (27/10/2014).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com – Maraknya agenda pembangunan infrastruktur yang ada dalam daftar kerja pemerintah membuat Menteri Perhubungan Ignasius Jonan ketar-ketir. Dia pun berseloroh dalam rapat badan anggaran DPR-RI, agar anggota dewan tidak memarahinya jika anggaran tidak terserap 100 persen.

“APBN 2015 ini tantangan paling besarnya belum tentu semua anggaran bisa terserap. Karena semua kementerian digenjot (membangun), Kementerian PU juga, sehingga bisa-bisa rebutan kontraktor, yang mengerjakan bisa tidak ada,” kata Jonan, Rabu (21/1/2015).

Beruntung, kata dia, Kementerian Perhubungan dan kementerian yang berkepentingan dengan percepatan pembangunan infrastruktur telah mendapat arahan dari Presiden Joko Widodo.

“Pak Presiden berpesan, kontraktor dan rekanan bisa dari daerah. Tujuannya juga supaya uangnya tidak kembali ke pusat. Tapi tentu itu (rekanan daerah) kita usahakan supaya tidak melanggar aturan,” lanjut Jonan.

Jonan dalam kesempatan tersebut juga bilang, agar parlemen tidak menyalahkan Kementerian Perhubungan jika anggaran tidak terserap seluruhnya, meskipun seluruh proyek sudah dikerjakan. Pasalnya, kata dia, harga baja – komponen yang banyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur – saat ini sudah melorot 50 persen dibanding tahun lalu.

“Sementara anggaran (2015) sudah diperhitungkan dengan asumsi peningkatan 5-10 persen. Padahal ada penghematan karena harga baja murah. Dan saya juga selalu menekankan kepada satker, agar bisa melaksanakan proyek dengan penghematan,” ucap dia.

baca juga: Sofyan Djalil: Uang Pemerintah Saja Tidak Cukup untuk Bangun InfrastrukturDapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.