Peraturan Susi Diterapkan, Hasil Tangkapan Nelayan Tradisional Melonjak

Kompas.com - 15/02/2015, 17:19 WIB
Nelayan di Kendal. KOMPAS.com/Slamet PriyatinNelayan di Kendal.
EditorErlangga Djumena

MEDAN, KOMPAS.com - Nelayan tradisional di Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan mengalami lonjakan hasil tangkapan menyusul pemberlakuan larangan penggunaan alat tangkap pukat harimau, tarik, dan hela sebagaimana peraturan yang dikeluarkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

"Pelarangan alat tangkap tersebut sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015, karena dianggap merusak sumber hayati laut," kata Sekjen Solidaritas Nelayan Tradisional (Sonar), Ruslan di Labuhan Deli, Sabtu (14/2/2015).

Peningkatan hasil tangkapan nelayan kecil itu, menurut dia, antara lain jenis cumi-cumi, udang kelong, ikan kakap, ikan kerapu, dan lainnya.

"Tangkapan yang paling banyak diperoleh nelayan tersebut adalah cumi-cumi dan sekali melaut bisa mendapatkan ratusan kg bagi setiap nelayan yang menggunakan perahu ukuran kecil," ujar Ruslan.

Dia menyebutkan, biasanya nelayan tradisional menangkap cumi-cumi di perairan Belawan hanya selama satu minggu, setelah itu tangkapan mereka mulai berkurang.

Namun, selama hampir satu bulan ini, nelayan terus-menerus memperoleh tangkapan cumi-cumi. "Pokoknya cumi-cumi yang ditangkap nelayan Labuhan Deli terus membanjir dan tak hentinya mereka bawa dari laut ke darat," kata tokoh nelayan itu.

Ruslan menjelaskan, pendapatan nelayan  kecil itu pun meningkat signifikan, dengan harga cumi-cumi mencapai Rp 50.000 per kg.

Selain itu, cumi-cumi hasil tangkapan nelayan tersebut berkualitas ekspor. "Cumi-cumi dari Labuhan Deli, dan Belawan sering dikirim ke Malaysia, Jepang, Taiwan, dan beberapa negara lainnya," ucap dia.

Data yang diperoleh, nelayan yang berada di pesisir Medan Utara, tercatat sekitar 11.000 orang dan 60 persen di antaranya adalah nelayan tradisional yang menggunakan perahu kecil menangkap ikan. Sedangkan 40 persen lagi nelayan modern menggunakan kapal/boat.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Antara
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.