Kompas.com - 22/04/2015, 16:49 WIB
EditorErlangga Djumena

Hendra menyampaikan, pupuk dan gas itu merupakan nilai tambah. Tujuan utama IPLT itu untuk meminimalkan dampak pencemaran lingkungan akibat limbah manusia. "Kami bisa mengurangi efek negatif kandung limbah jika langsung dibuang ke alam," tuturnya.

Hendra menuturkan, hal itu menjadi salah satu upaya pemerintah memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang bermukim di Banda Aceh maupun Aceh Besar. Bahkan, pihaknya turut berusaha menjadikan tempat instalasi itu nyaman bagi masyarakat.

Pemerintah menanami berbagai jenis bunga kertas berwarna merah muda, merah, dan putih di kompleks IPLT. Mereka pun menanam berbagai jenis pepohonan, seperti cemara laut, trembesi, dan mangga. Perpaduan warna bunga dan hijau daun pepohonan itu menghiasi 65 persen dari total luas instalasi yang mencapai sekitar 2,5 hekar.

Kebersihan dan keasrian instalasi itu membuatnya tampak selayak taman. Kondisi itu menjadi daya tarik pengunjung yang ingin duduk santai atau berfoto. Bahkan, banyak pengunjung tak sadar tempat itu sebagai IPLT jika tidak membaca papan nama di pintu masuk.

Utamakan sanitasi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal mengatakan, pemerintah kota berupaya melakukan pembenahan menyeluruh pada sistem sanitasi di Banda Aceh, terutama pasca tsunami. Sanitasi sangat penting karena menjadi fondasi dasar yang sangat menentukan perkembangan suatu daerah.

Suatu daerah akan berkembang dengan buruk jika sistem sanitasinya buruk, seperti sering terjadi banjir dan kumuh. Hal ini akan berpengaruh negatif terhadap kesehatan masyarakat. Kualitas hidup masyarakat atau sumber daya manusia (SDM) pun akan rendah dan berdampak negatif terhadap pembangunan daerah.

Illiza menjadikan IPLT sebagai salah satu senjata utama pembenahan sanitasi di Banda Aceh. Apalagi instalasi itu tidak berjalan optimal pada masa sebelum tsunami. Belum ada sistem pengelolaan limbah menjadi pupuk dan gas di sana ketika itu.

Bahkan, belum semua limbah masyarakat dibawa ke sana. Banyak warga masih membuang air besar sembarangan, terutama di aliran Krueng/Sungai Aceh karena tidak memiliki sanitasi ideal di rumahnya.

Pasca tsunami, Banda Aceh mendapatkan banyak perhatian. Hal itu dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan menyeluruh, terutama sistem sanitasi pada IPLT. Kini instalasi itu telah menjadi lebih modern.

Illiza menyampaikan, Pemkot Banda Aceh terus membangun dan membenahi sanitasi di permukiman masyarakat. Mereka pun melakukan sosialisasi agar warga tak lagi membuang limbah sembarangan. "Dampaknya, tak ada lagi jamban di Krueng Aceh," katanya.

Menurut Illiza, perubahan itu berpengaruh positif terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Kedua hal itu bersama peningkatan akses dan layanan kesehatan telah meningkatkan kualitas hidup masyarakat, seperti peningkatan angka harapan hidup penduduk mencapai 71,7 tahun dan indeks pembangunan manusia (IMP) menjadi 79 persen pada 2014.

Kementerian Pekerjaan Umum pun menjadikan Buku Putih Sanitasi dan Strategi Sanitasi Pemerintah Daerah (Pemda) Banda Aceh sebagai standar nasional. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memberikan anugerah Juara I Inovasi Manajemen Perkotaan Bidang Pelayanan Jasa Perkotaan pada Pengelolaan Sanitasi berupa Pengelolaan Air Limbah kepada Pemda Banda Aceh pada 1 Desember 2014.

Namun, warga Banda Aceh, Fitri Juliana (30), meminta pemerintah membenahi sanitasi pada saluran drainase sekunder ataupun tersier.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gudang Garam Tebar Dividen Senilai Rp 4,3 Triliun

Gudang Garam Tebar Dividen Senilai Rp 4,3 Triliun

Whats New
Kementan Gandeng BNPB dan PMI Luncurkan Gerakan Disinfeksi Nasional untuk Atasi PMK

Kementan Gandeng BNPB dan PMI Luncurkan Gerakan Disinfeksi Nasional untuk Atasi PMK

Rilis
Dicurhati Petani Harga TBS Sawit Masih Anjlok, Ini Respons Menteri Teten

Dicurhati Petani Harga TBS Sawit Masih Anjlok, Ini Respons Menteri Teten

Whats New
Apa itu Restrukturisasi Kredit, Syarat, dan Contohnya

Apa itu Restrukturisasi Kredit, Syarat, dan Contohnya

Spend Smart
Inflasi Juni 0,61 Persen, Dipicu Harga Cabai Merah hingga Rokok Kretek Filter

Inflasi Juni 0,61 Persen, Dipicu Harga Cabai Merah hingga Rokok Kretek Filter

Whats New
Ingin Investasi di 'Peer to Peer Lending'? Calon 'Lender' Harus Tahu Ini

Ingin Investasi di "Peer to Peer Lending"? Calon "Lender" Harus Tahu Ini

Earn Smart
Maskapai Minta Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Naik, YLKI: Sah Saja, asalkan Tak Melanggar

Maskapai Minta Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Naik, YLKI: Sah Saja, asalkan Tak Melanggar

Whats New
Antisipasi Biaya Pendidikan Anak Mahal, Ini yang Bisa Dilakukan Orangtua

Antisipasi Biaya Pendidikan Anak Mahal, Ini yang Bisa Dilakukan Orangtua

Spend Smart
Simak Harga Sembako di Jakarta Hari Ini

Simak Harga Sembako di Jakarta Hari Ini

Whats New
TikTok Perkenalkan Program 'Follow Me' untuk Dukung UMKM dalam Mengembangkan Komunitas dan Bisnis

TikTok Perkenalkan Program "Follow Me" untuk Dukung UMKM dalam Mengembangkan Komunitas dan Bisnis

Whats New
Kementerian PAN-RB: Bapak Tjahjo Kumolo Telah Dipanggil Allah SWT, Mohon Doanya...

Kementerian PAN-RB: Bapak Tjahjo Kumolo Telah Dipanggil Allah SWT, Mohon Doanya...

Whats New
Biar Tidak Ketinggalan Cuan, Simak Daftar Emiten yang Cum Dividen di Awal Juli Ini

Biar Tidak Ketinggalan Cuan, Simak Daftar Emiten yang Cum Dividen di Awal Juli Ini

Earn Smart
Rupiah dan IHSG Kompak Melemah di Sesi I Perdagangan

Rupiah dan IHSG Kompak Melemah di Sesi I Perdagangan

Whats New
PTPN Group Bangun Pabrik BioCNG Berbahan Baku Limbah Cair Kelapa Sawit

PTPN Group Bangun Pabrik BioCNG Berbahan Baku Limbah Cair Kelapa Sawit

Whats New
Wujukan Net Zero Operations, Sustainability Harus Jadi Prioritas Industri

Wujukan Net Zero Operations, Sustainability Harus Jadi Prioritas Industri

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.