Kompas.com - 02/06/2015, 06:07 WIB
EditorErlangga Djumena

Jumlah Unit Penyertaan yang dapat ditawarkan oleh reksa dana biasanya terbatas. Batasan tersebut ditetapkan dalam prospektus reksa dana namun dalam pelaksanaannya sangat fleksibel. Apabila sudah mendekati batas, maka Manajer Investasi dapat melakukan perubahan prospektus dengan mengubah batasan jumlah unit maksimum yang boleh ditawarkan.

Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/Up)
NAB/Up juga sering disebut dengan harga reksa dana. NAB/Up dihitung dengan membagi antara Jumlah Dana Kelolaan dengan Jumlah Unit Penyertaan.

Harga reksa dana tidak serta merta akan naik tinggi atau turun dalam meskipun terjadi pembelian dan penjualan dalam jumlah besar. Sebab ketika terjadi pembelian, Jumlah Dana Kelolaan akan naik yang berasal dari setoran dana masyarakat, namun di satu sisi Jumlah Unit Penyertaan juga bertambah secara proporsional.

Secara perhitungan, apabila tidak ada kenaikan pada harga saham dan obligasi yang menjadi portofolio investasi, maka harga reksa dana akan tetap karena dihitung dari pembagian Jumlah Dana Kelolaan yang bertambah dan Jumlah Unit Penyertaan yang juga bertambah.

Untuk transaksi penjualan juga sama. Penjualan akan menyebabkan Jumlah Dana Kelolaan menurun namun di satu sisi jumlah unit penyertaan juga akan berkurang.

Satu-satunya yang bisa menyebabkan kenaikan atau penurunan harga reksa dana adalah terletak pada keahlian Manajer Investasi dalam mengolah saham dan obligasi. Apabila harga saham dan obligasi pilihannya naik, maka harga reksa dana juga akan ikut naik dan sebaliknya.

Saham dan obligasi memiliki nilai fundamental atau nilai wajar. Dengan demikian, ketika harga di pasaran lebih tinggi dibandingkan nilai wajar, maka disebut harga pasar tersebut kemahalan. Dan jika sebaliknya disebut kemurahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di reksa dana berbeda, karena reksa dana merupakan kumpulan investasi yang bisa berubah sewaktu-waktu berdasarkan penilaian dari Manajer Investasi.

Dengan demikian, dalam harga reksa dana, tidak adalah istilah “mahal” dan “murah” sebab harga reksa dana mencerminkan keahlian Manajer Investasi. Semakin tinggi harga reksa dana, berarti semakin baik pula keahlian Manajer Investasi dan sebaliknya.

Dalam membandingkan reksa dana, sangat penting untuk membandingkan reksa dana dalam periode waktu yang sama. Bisa saja suatu reksa dana memiliki harga lebih tinggi dibandingkan reksa dana lain bukan karena keahliannya lebih baik tapi karena sudah ada lebih awal saja.



*Rudiyanto adalah penulis Buku “Sukses Finansial dengan Reksa Dana” dan “Fit Focus Finish” yang diterbitkan oleh Elex Media. Head of Operation and Business Development Panin Asset Management. Salah satu Manajer Investasi terbesar di Indonesia, penerima penghargaan reksa dana Tertinggi, Terbaik dan Terfavorit pada tahun 2015 oleh Majalah Investor – Infovesta. Rudiyanto juga merupakan anggota Kelompok Kerja (POKJA) Otoritas Jasa Keuangan untuk peningkatan Literasi Keuangan di Indonesia.  Blog rudiyanto.blog.kontan.co.id

FB Rudiyanto.Blog

Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X