YLKI: Soal Listrik, Masyarakat Masuk Jebakan "Batman"

Kompas.com - 01/11/2015, 18:16 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) tegas menolak rencana pemerintah mencabut subsidi listrik golongan 450 Va dan 900 VA dengan dipindahkan ke golongan 1.300 VA.

Menurut YLKI, cara pemerintahan itu merupakan kedok menggiring masyakarat masuk ke mekanisme pasar.

"Rencana ini sebenarnya kedok untuk mengenakan tarif listrik yang market mechanism," ujar Ketua Harian YLKI Tulus Abadi saat berbicara di acara diskusi Energi Kita di Jakarta, Minggu (1/11/2015).

Saat ini, tutur dia, tarif listrik golongan 1.300 VA sudah menggunakan skema perhitungan yang mengikuti kurs rupiah, harga minyak dunia, dan inflasi.

Bahkan Tulus menyebut cara-cara yang dilakukan pemerintah sudah mengarah ke neoliberalisme listrik, semua diserahkan ke mekanisme pasar.

Sejak beberapa tahun lalu ucap dia, masyarakat pengguna listrik 450 VA dan 900 VA sudah mendapatkan penggiringan untuk beralih ke golongan 1.300 VA.

Dari hasil laporan yang diterima YLKI, PLN mengiming-imingi masyakarat yang mau beralih ke golongan 1.300 VA dengan menambah daya.

"Mereka (masyarakat) senang kan karena gratis tambah daya. Padahal setelah masuk mereka masuk jebakan batman," ucapnya.

Tulus mengakui tarif listrik 450 VA dan 900 VA tidak naik sejak 2003. Tetapi dia mengatakan tak setuju apabila pemerintah melakukan penggiringan pengguna listrik 450 VA dan 900 VA ke 1.300 VA.

YLKI mengusulkan apabila ada kenaikan tarif maka kenaikan harus bertahap. Tujuannya satu agar masyakarat tak terbebani.

Selama ini pelanggan 450 VA dikenaikan tarif listrik Rp 400 per kWh dan 900 VA sebesar Rp 600 per kWh. Sementara, tarif keekonomian atau nonsusidi pelanggan 1.300 VA yang akan diberlakukan pada pelanggan 450 dan 900 VA, mencapai Rp 1.352 per kWh.

Dengan demikian, ada kenaikan 238 persen bagi pelanggan 450 VA dan 125 persen untuk pelanggan 900 VA.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar 11 Daerah yang Wajibkan Beli Pertalite dan Solar Pakai MyPertamina Per 1 Juli

Daftar 11 Daerah yang Wajibkan Beli Pertalite dan Solar Pakai MyPertamina Per 1 Juli

Whats New
Berapa Tagihan Berlangganan Wifi IndiHome dalam Sebulan?

Berapa Tagihan Berlangganan Wifi IndiHome dalam Sebulan?

Spend Smart
Blue Bird Bakal Tebar Dividen Rp 150 Miliar

Blue Bird Bakal Tebar Dividen Rp 150 Miliar

Whats New
Bitcoin, Dogecoin, dan Ethereum Merah, Cek Harga Kripto Hari Ini

Bitcoin, Dogecoin, dan Ethereum Merah, Cek Harga Kripto Hari Ini

Whats New
Cara Urus Sertifikat Tanah Warisan, Catat Syarat dan Biayanya

Cara Urus Sertifikat Tanah Warisan, Catat Syarat dan Biayanya

Earn Smart
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Sepak Terjang Emirsyah Satar yang Menjadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Garuda Indonesia

Sepak Terjang Emirsyah Satar yang Menjadi Tersangka Baru Kasus Korupsi Garuda Indonesia

Whats New
IHSG Hari Ini Mencoba Bangkit, Simak Rekomendasi dari Para Analis

IHSG Hari Ini Mencoba Bangkit, Simak Rekomendasi dari Para Analis

Whats New
Beli Minyak Goreng Curah Pakai KTP, Pembeli: Takut Data Saya Disalahgunakan...

Beli Minyak Goreng Curah Pakai KTP, Pembeli: Takut Data Saya Disalahgunakan...

Whats New
Masa Depan Suram Petani Kita

Masa Depan Suram Petani Kita

Whats New
Wall Street Berakhir Merah, Saham – saham Teknologi Paling Tertekan

Wall Street Berakhir Merah, Saham – saham Teknologi Paling Tertekan

Whats New
Mau Investasi di Kripto? Ingat Harus Punya Dana Cadangan Dulu!

Mau Investasi di Kripto? Ingat Harus Punya Dana Cadangan Dulu!

Earn Smart
[POPULER MONEY] Hotman Paris Temui Ketua MUI soal Holywings | Korupsi Garuda Indonesia Rugikan Negara hingga Rp 8,8 Triliun

[POPULER MONEY] Hotman Paris Temui Ketua MUI soal Holywings | Korupsi Garuda Indonesia Rugikan Negara hingga Rp 8,8 Triliun

Whats New
Rencana Pembatasan Pembelian Pertalite, Apa Saja Jenis Kendaraan yang Bakal Dibatasi?

Rencana Pembatasan Pembelian Pertalite, Apa Saja Jenis Kendaraan yang Bakal Dibatasi?

Whats New
Produk UMKM Indonesia Sukses Jadi Sorotan Warga Paris Usai Diboyong Shopee ke Le BHV Marais

Produk UMKM Indonesia Sukses Jadi Sorotan Warga Paris Usai Diboyong Shopee ke Le BHV Marais

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.