Susi Temukan Modus Baru Penangkapan Ikan Ilegal

Kompas.com - 15/12/2015, 16:47 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers di Kantor KPP, Senin (7/12/2015). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers di Kantor KPP, Senin (7/12/2015).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti menyebutkan para pelaku illegal fishing melancarkan aksinya tergantung pada musim tangkap dan pergerakan ikan.

Menurut Susi, saat ini pergerakan ikan berada di wilayah utara, yakni Sulawesi Utara, Morotai, dan Papua bagian utara.

Susi pun menuturkan ada modus baru dalam melakukan illegal fishing yang ditemukan di wilayah perairan utara Sulawesi.

"Modus baru adalah kapal-kapal dari Bitung (berlayar) ke arah tengah dan dari tengah dia tukar nelayannya dengan nelayan Filipina," kata Susi di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Selasa (15/12/2015).

Tidak hanya itu. Susi menemukan pula kapal-kapal eks asing akan dijual murah ke perusahaan Indonesia agar dapat kembali menangkap ikan. Akan tetapi, hal itu tentu tidak dapat dilakukan.

"Bahkan pejabat-pejabat tinggi juga bilang saya mau beli kapal-kapal murah banyak. Emangnya beli duit dari mana? Bohong-bohong lagi kan. Modus operandi baru illegal fishing dengan hibah penjualan harga murah, supaya kapal eks asing itu bisa tangkap lagi," jelas Susi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X