Terapkan Sistem Online, Jateng Targetkan Bisa Pangkas Tunggakan Wajib Pajak Kendaraan

Kompas.com - 29/12/2015, 05:59 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meluncurkan aplikasi pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui Anjungan Tunai Mandiri, di Kantor Samsat Ungaran, Senin (28/12/2015) siang. Kompas.com/ Syahrul MunirGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meluncurkan aplikasi pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui Anjungan Tunai Mandiri, di Kantor Samsat Ungaran, Senin (28/12/2015) siang.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko
UNGARAN, KOMPAS.com - Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPKAD) (DPPAD) Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Polda Jateng, PT Jasa Raharja, Bank Jateng dan BRI meluncurkan sistem pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui ATM Bank Jateng dan ATM BRI.

Melalui aplikasi sistem ini, wajib pajak menerima banyak manfaat. Selain dimudahkan dalam membayar pajak juga mengurangi potensi pungutan liar. Sehingga pada akhirnya akan mengurangi tingkat tunggakan pajak kendaraan bermotor.

"Tujuan dari pelayanan ini adalah untuk mengurangi tunggakan. Jadi orang dari jauh pun yang tidak sempat pulang ke Jawa Tengah pun bisa membayar pajaknya," ungkap Kepala DPPAD Provinsi Jawa Tengah, Hedri Sentosa, Senin (28/12/2015).

Menurut Hendri, melalui pembayaran pajak secara online ini pihaknya menargetkan pengurangan tunggakan pembayaran wajib pajak hingga 10 persen.

Ke depan phaknya akan memperluas pelayanan dengan menggandeng bank-bank lain, serta berencana memberlakukan sistem jemput bola dengan mendatangi kerumah wajib pajak.

"Tahap awal ini baru BRI dan Bank Jateng," ujarnya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X