Jika FTA dengan Uni Eropa, CPO dan Kakao Indonesia Tidak Akan Dikenai Tarif Bea Masuk Tinggi

Kompas.com - 09/02/2016, 15:01 WIB
Menteri Perdagangan Thomas Lembong INDRA AKUNTONO/KOMPAS.comMenteri Perdagangan Thomas Lembong
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Thomas Lembong yakin ekspor minyak kelapa sawit (CPO) dan kakao Indonesia tidak lagi dikenai tarif bea masuk tinggi di Eropa.

Menurutnya, hal itu bisa terwujud bila Indonesia sepakat menjalin kerjasama perdagangan bebas dengan Uni Eropa.

"Tentunya tarif bea masuk ke eropa bisa turun banyak," ujar Lembong di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (7/2/2016).

Ia menuturkan, dalam rapat bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa sawit dan kakao Indonesia dikenai tarif 8 hingga 12 persen.

Sedangkan Malaysia, tarifnya nol persen.

Menurut Lembong, perbedaan perlakuan barang ekspor itu lantaran Malaysia sudah menandatangani kesepakatan perdagangan bebas dengan Uni Eropa, sementara Indonesia belum.

"Itu contoh kalau kita tidak segera merampungkan (kesepakatan perdagangan bebas dengan Uni Eropa). Kita tidak bisa kompetitif, produk kita semakin tidak bisa bersaing," kata Lembong.

Sebelumnya, pemerintah kembali menjajaki kerjasama perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA) dengan Uni Eropa.

Rencana itu sempat mencuat namun meredup lantaran pergantian pemerintahan pada 2014 lalu.

Presiden Jokowi sudah memberikan tenggat waktu dua tahun untuk menyelesaikan FTA dengan Uni Eropa.

Pemerintah berharap semua proses perundingan dengan Uni Eropa rampung pada akhir 2017 nanti.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X