Kompas.com - 15/02/2016, 16:23 WIB
Sebelum meluncurkan usaha, sebaiknya uji dulu produk di THINKSTOCKPHOTOSSebelum meluncurkan usaha, sebaiknya uji dulu produk di "pasar" kecil.
|
EditorLatief

Belum lagi, pelanggan atau investor tak selalu membuka tangan lebar-lebar untuk usaha Anda. Beragam bentuk penolakan bisa jadi makanan sehari-hari, usaha pun tak selalu berjalan mulus. Punya mental baja untuk selalu bangkit ketika menghadapi tantangan adalah mutlak, kalau mau sukses jadi pengusaha.

Jeli dan uji

Sah-sah saja mengikuti tren bisnis terkini sebagai patokan memulai usaha. Namun, apakah tren itu cocok dengan kemampuan kita? Sebaiknya bisnis disesuaikan dengan bidang yang dikuasai, kalau perlu jadilah pelopor tren bisnis.

Pada tahap ini perlu kejelian untuk mempertemukan kebutuhan dan selera masyarakat dengan kemampuan diri. Lalu, jangan sampai juga karyawan lebih menguasai produk dan operasional bisnis ketimbang si empunya. Jika dia hengkang, bisa jadi usaha yang susah payah dibangun malah merosot tajam.

Selain itu, sebaiknya uji dulu produk di "pasar" kecil. Bisa jadi, sate ayam bumbu kacang racikan Anda selalu ludes setiap acara santap bersama keluarga, misalnya. Itu bukan berarti ketika diangkat menjadi produk komersial, sate bikinan Anda akan digemari pembeli.

Lebih baik, ujilah sedapnya sate Anda kepada para relasi lain. Kalau perlu keluarkan sampel yang dibagikan gratis. Biarkan racikan itu dicicipi banyak orang, dan mintalah masukan kalau perlu. Hitungannya, ini bisa sekaligus jadi promosi, apalagi kalau racikan itu memang mantap.

Tempat dan perkakas

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sewa tempat usaha biasanya cukup menguras kantong Anda, apalagi untuk lokasi yang strategis. Jika Anda punya kenalan yang menyewakan ruang, cobalah menegosiasikan harga khusus, setidaknya untuk satu tahun pertama.

Kalau bisnis Anda masih bisa dijalankan dari rumah, lakukanlah. Jenis usaha pesanan kue, baju, atau sepatu yang dilakukan secara online, misalnya, kebanyakan tidak membutuhkan tempat khusus sehingga bisa menghemat biaya operasional.

Selain urusan tempat, perabot kantor juga bisa dicari yang tidak terlalu menguras dompet. Kursi, meja, atau lemari bisa dibeli dari tempat penjualan barang second-hand, tentu yang kualitasnya masih terjamin.

Jika butuh perkakas elektronik, pilihlah yang paling efisien. Harga mahal tidak selalu menjamin kualitas. Coba lakukan riset lewat internet dan banyak-banyaklah melakukan survei sebelum membeli.

Untuk alat pendukung urusan scan, fax, memperbanyak, atau mencetak berkas-berkas penting, contohnya, satu alat seperti printer multifungsi dari Brother Printer sudah bisa mencukupinya. Tak cuma punya beragam fungsi, seri MFC-L2700D , MFC-L2700DW, dan MFC-L2740DW dari printer itu juga irit, yaitu dapat mencetak hingga 2.600 lembar untuk satu kali penggantian tinta berharga relatif terjangkau.

Siap memulai bisnis?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.