Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sebabkan Kanker Ovarium, Johnson & Johnson Harus Ganti Rugi 72 Juta Dollar AS

Kompas.com - 24/02/2016, 08:10 WIB
Aprillia Ika

Penulis

Sumber Reuters
NEW YORK, KOMPAS.com - Juri negara bagian Missouri memerintahkan Johnson & Johnson untuk membayar kerugian ke keluarga seorang wanita yang meninggal akibat kanker ovarium akibat penggunaan produk bedak Baby Powder dan Shower to Shower selama beberapa dekade.

Dalam keputusan yang diumumkan pada Senin malam (waktu setempat), para juri di pengadilan St Louis memberikan ganti rugi ke keluarga Jacqueline Fox senilai 10 juta dollar AS untuk kerugian materiil dan 62 juta dollar AS untuk kerugian immateriil.

Keputusan ini merupakan yang pertama, bahwa para juri memberikan penghargaan atas kerusakan yang ditimbulkan selain klaim kerugian, kata pengacara keluarga Fox.

Johnson & Johnson menghadapi tuntutan yang menyebutkan bahwa dalam upayanya mendorong penjualan, mereka gagal selama beberapa dekade untuk memperingatkan konsumennya akan bahaya produk berbasis bedaknya bisa menyebabkan kanker. Sekitar 1.000 kasus telah diarsipkan di pengadilan negeri Missouri, dan 200 lainnya di New Jersey.

Fox, merupakan wanita yang hidup di Birmingham, Alabama. Dia mengklaim menggunakan Baby Powder and Shower to Shower untuk pembersih kewanitaannya selama 35 tahun. Dia terdiagnosa kanker ovarium 3 tahun lalu dan meninggal Oktober 2015 di usia 62 tahun.

Juri berpendapat, Johnson & Johnson bertanggung jawab atas penipuan, kelalaian dan konspirasi, lanjut pengacara keluarga Fox. Sidang atas tuntutan ini berlangsung selama tiga minggu.

Jere Beasley, pengacara keluarga Fox, mengatakan Johnson & Johnson sebenarnya tahu risiko penggunaan sejak 1980-an. Tapi, mereka tetap berbohong ke publik, ke regulator.

Carol Goodrich, juru bicara Johnson & Johnson, mengatakan, bahwa tanggung jawab utama perusahaan adalah kesehatan dan keamanan konsumen.

"Kami kecewa dengan hsil di pengadilan. Kami bersimpati pada pihak keluarga tapi kami yakin bahwa produk kami aman berdasarkan bukti ilmiah," kata dia.

Sementara itu, sidang untuk kasus yang sama rencananya akan berlangsung pula pada tahun ini, menurut Danielle Mason, yang juga pengacara keluarga Fox.  

Sebelumnya pada Oktober 2013, juri federal di Sioux Falls, South Dakota menemukan bahwa penggunaan produk bedak Johnson & Johnson oleh Deane Berg menyebabkan wanita ini mengalami kanker ovarium. Sayangnya, tidak ada aksi juri berdasarkan catatan pengadilan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cara Bayar Shopee lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Cara Bayar Shopee lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Spend Smart
Apa yang Dimaksud dengan Inflasi dan Deflasi?

Apa yang Dimaksud dengan Inflasi dan Deflasi?

Earn Smart
Gampang Cara Cek Mutasi Rekening lewat myBCA

Gampang Cara Cek Mutasi Rekening lewat myBCA

Spend Smart
Penurunan Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Indonesia Berpotensi Tertahan

Penurunan Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Indonesia Berpotensi Tertahan

Whats New
Gaji ke-13 untuk Pensiunan Cair Mulai 3 Juni 2024

Gaji ke-13 untuk Pensiunan Cair Mulai 3 Juni 2024

Whats New
Masuk ke Beberapa Indeks Saham Syariah, Elnusa Terus Tingkatkan Transparansi Kinerja

Masuk ke Beberapa Indeks Saham Syariah, Elnusa Terus Tingkatkan Transparansi Kinerja

Whats New
Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-'grounded' Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-"grounded" Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Whats New
ASDP Terus Tingkatkan Peran Perempuan pada Posisi Tertinggi Manajemen

ASDP Terus Tingkatkan Peran Perempuan pada Posisi Tertinggi Manajemen

Whats New
Jaga Loyalitas Pelanggan, Pemilik Bisnis Online Bisa Pakai Strategi IYU

Jaga Loyalitas Pelanggan, Pemilik Bisnis Online Bisa Pakai Strategi IYU

Whats New
Bulog Targetkan Serap Beras Petani 600.000 Ton hingga Akhir Mei 2024

Bulog Targetkan Serap Beras Petani 600.000 Ton hingga Akhir Mei 2024

Whats New
ShariaCoin Edukasi Keuangan Keluarga dengan Tabungan Emas Syariah

ShariaCoin Edukasi Keuangan Keluarga dengan Tabungan Emas Syariah

Whats New
Insiden Kebakaran Mesin Pesawat Haji Garuda, KNKT Temukan Ada Kebocoran Bahan Bakar

Insiden Kebakaran Mesin Pesawat Haji Garuda, KNKT Temukan Ada Kebocoran Bahan Bakar

Whats New
Kemenperin Pertanyakan Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak

Kemenperin Pertanyakan Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak

Whats New
Tingkatkan Akses Air Bersih, Holding BUMN Danareksa Bangun SPAM di Bandung

Tingkatkan Akses Air Bersih, Holding BUMN Danareksa Bangun SPAM di Bandung

Whats New
BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com