Rizal Ramli: Proyek Tol Dalam Kota Bandung Menyedihkan...

Kompas.com - 07/03/2016, 21:16 WIB
Ilustrasi jalan tol. ShutterstockIlustrasi jalan tol.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menilai proyek jalan tol dalam Kota Bandung menyedihkan.

Sebab, pembangunan infrastruktur itu mandek lantaran masalah klasik yakni pembebasan lahan.

"Tapi memang menyedihkan, duitnya sudah ada sejak 2011, ternyata (proyeknya) mundur 5 tahun," ujar Rizal usai rapat dengan 13 kementerian dan lembaga di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (7/3/2015).

Sejak lima tahun lalu, Japan International Cooperation Agency (JICA) sudah sepakat memberikan pinjaman sebesar 150 juta dollar AS untuk membiayai proyek jalan tol dalam kota Bandung.

Rizal yang lama tinggal di Kota Kembang itu menuturkan, pembangunan infrastruktur jalan memang harus dipercepat.

Sebab, kata dia, kemacetan di Bandung sudah parah.

"Saya lama di Bandung, tahu gimana ribet dan ruwetnya transportasi dan jalan di Bandung," kata dia.

Untunglah tutur Rizal, Kota Bandung memiliki Walikota seperti Ridwan Kamil.

Ia menilai Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, punya insiatif dengan meminta bantuan kepada pemerintah pusat.

Usai diminta bantuannya oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengumpulkan 13 kementerian dan lembaga di kantornya.

Kesepakatan pun dicapai. Kementerian dan lembaga itu akhirnya sepakat menyerahkan tanahnya untuk digunakan sebagai tol kota Bandung.

Nantinya, Pemkot Bandung akan mengganti tanah atau bangunan milik kementerian dan lembaga yang terkena proyek infrastruktur jalan tersebut.

Rizal memerintahkan agar proyek tersebut berjalan tahun ini. Diharapkan, pada 2018 nanti pengerjaan proyek bisa rampung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X