Perdagangan Indonesia-Australia akan Gunakan Platform Baru IA-CEPA

Kompas.com - 15/03/2016, 07:30 WIB
Thinkstock Saat ini, Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengemukakan bahwa akhir 2015, ekspor diperkirakan turun 14 persen dan impor 17 persen karena perekonomian global melemah.
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke tiga kota di Australia, yakni Sydney, Canberra, dan Melbourne.

Kunjungan kerja yang akan berlangsung pada 15-18 Maret 2016 ini fokus pada revitalisasi hubungan ekonomi kedua negara.

"Saat ini hubungan kedua negara sedang harmonis. Kedua Kepala Negara dan kabinetnya sama-sama berkomitmen memanfaatkan momentum ini agar bergerak ke level yang lebih tinggi,” jelas Mendag melalui rilis ke Kompas.com, Senin (14/3/2016).

Dalam 5 tahun terakhir (2011-2015) total perdagangan bilateral kedua negara turun rata-rata 4,25 persen dari 10,8 miliar dollar AS menjadi 8,5 miliar dollar AS.

Investasi Australia di Indonesia juga turun menjadi 104,6 juta dollar AS pada 2015. Saat ini Australia menjadi negara investor peringkat ke-12 di Indonesia.

Menurut Mendag, pertemuan bilateral ini memiliki arti penting. Sebab, kedua pihak sepakat untuk meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara diperlukan platform kerja sama baru yang lebih maju, modern, dan fasilitatif di berbagai aspek ekonomi seperti barang, jasa dan investasi, serta capacity building.

“Untuk itu, Indonesia dan Australia sepakat mengaktifkan kembali perundingan kemitraan ekonomi secara komprehensif antara Indonesia dan Australia melalui framework Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA),” tegas Mendag.

IA-CEPA memiliki keunikan dibandingkan kerja sama FTA Indonesia dengan negara mitra lainnya. Pada IA-CEPA, yang dipotret dan dikerjasamakan adalah sektor-sektor yang sangat signifikan bagi kedua negara.

Sektor yang dapat didorong dari pengaktifan IA-CEPA adalah jasa keuangan, jasa pendidikan, dan jasa tenaga kerja seperti penempatan tenaga kerja perawat dan care giver, serta tenaga kerja pemetik/pemanen buah asal Indonesia untuk dapat bekerja di Australia.



EditorAprillia Ika

Close Ads X