Pengusaha: Kenaikan PTKP Jangan Ragu-ragu, Langsung Rp 6 Juta

Kompas.com - 07/04/2016, 17:14 WIB
Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto. KOMPAS/ JOHNNY TGSudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto.
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pemerintah untuk menaikkan batas Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) dari Rp 3 juta per bulan menjadi Rp 4,5 juta per bulan, direspons positif oleh kalangan pengusaha.

Malah, diharapkan batas PTKP dinaikkan lebih tinggi lagi.

"Menurut saya, kenaikan PTKP jangan ragu-ragu. Kalau bisa, genjot sampai Rp 6 juta. Jangan hanya Rp 4,5 juta karena memang kelas bawah itu harusnya dibebaskan dari pajak," ucap Chairman GarudaFood, Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto ditemui usai diskusi dengan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Jakarta, Kamis (7/4/2016).

Sudhamek menyampaikan, pihaknya menyambut positif rencana pemerintah untuk menaikkan batas PTKP.

Sebab hal tersebut dapat mengerek daya beli kelas bawah.

Sementara itu, bagi perusahaan, peningkatan batas PTKP menurutnya tidak akan berdampak besar.

Namun minimal, hal tersebut dapat meringankan beban perusahaan dalam pembayaran PPh pasal 21.

"Bahkan bisa dialokasikan uang (perusahaan) untuk menaikkan gaji. Kan lebih bagus. Itu akan memompa daya beli," ucap Sudhamek.

Dia menambahkan, kenaikan gaji tahun ini akan bergerak antara 6-7 persen, lantaran inflasi tahun lalu hanya di level 3,59 persen.

Akan tetapi, jika peningkatan batas PTKP itu direalisasikan, maka secara riil gaji karyawan akan meningkat signifikan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X