BPJS Kesehatan Tidak Defisit, tetapi...

Kompas.com - 13/04/2016, 16:00 WIB
Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris PrimusDirektur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mengalami defisit hingga triliunan rupiah. Lalu, apa komentar Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris soal defisit yang dialami lembaga jaminan sosial tersebut?

Fachmi memandang, ada yang harus diluruskan perihal defisit. Menurut dia, defisit yang dialami BPJS Kesehatan bukan soal kolektibilitas iuran peserta.

"Ini defisit karena iuran dan klaim secara aktuaria tidak sesuai. Itu yang selalu dikatakan defisit, jadi (sebenarnya adalah) mismatch, antara pendapatan dan pengeluaran," kata Fachmi di Jakarta, Rabu (13/4/2016).

Ia menekankan, kolektibilitas dengan mismatch atau ketidaksesuaian adalah dua hal berbeda. Meskipun demikian, Fachmi tidak memungkiri kolektibilitas iuran peserta BPJS Kesehatan cenderung rendah.

"Kolektibilitas dan mismatch itu beda. Memang ada kolektibilitas rendah memang diakui," ujar Fachmi.

Untuk menggenjot kolektibilitas, Fachmi mengaku, pihaknya akan memberlakukan sanksi. Artinya, peserta yang tidak membayar iuran BPJS Kesehatan akan dikenakan denda hingga keanggotaannya dibekukan.

"Memang nanti ada sanksi buat yang tidak bayar, baik itu PPU (peserta penerima upah) ataupun PBPU (peserta bukan penerima upah) mandiri, walaupun sangat hati-hati sosialisasinya," kata Fachmi.

Kompas TV Jokowi: Pasien Banyak, Ruangnya Tak Cukup



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X