Jonan: Pengoperasian Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Bukan seperti Mal...

Kompas.com - 30/06/2016, 13:00 WIB
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan saat meninjau Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (14/6/2016) Yoga Sukmana/Kompas.comMenteri Perhubungan Ignasius Jonan saat meninjau Terminal 3 Ultimate Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (14/6/2016)
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Ignasiun Jonan mengatakan, Terminal 3 baru Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak bisa asal diberikan izin operasi. Sebab, sistem kenavigasian di terminal bandara senilai Rp 7 triliun itu masih harus disempurnakan.

"Ini bukan bikin mall. Kalau bikin mall itu enggak perlu alat navigasi ya, pertimbangan keselamatan operasi penerbangan," ujar Jonan diacara Pulang Pergi 2016 Kompas TV, Jakarta, Kamis (30/6/2016).

"Kalau orang awam bilang ini siap dan sebagainya, kan enggak ngerti dia urusan navigasinya," lanjut Jonan.

Ia menuturkan, area udara Terminal 3 megah tersebut yang mencakup taxi way dan apron, tidak bisa terlihat langsung dari tower air trafic control (ATC).

Padahal seluruh pergerakan pesawat di taxi way dan apron harus berdasarkan izin dari petugas ATC. Oleh karena itu, Jonan sudah meminta Angkasa Pura II untuk membangun sub tower di sekitar Terminal 3 baru tersebut.

Diperkirakan pembangunanya akan memakan waktu 3-4 bulan. Sambil menunggu sub tower selesai, AP II bisa menggunakan sistem radar atau justru tower portabel untuk keperluan navigasi.

Selain masalah navigasi, pengoperasian Terminal 3 sebelum Lebaran juga tidak mungkin dilakukan lantaran memperhatikan kesiapan maskapai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tidak ada airlines yang berani memindahkan penumpang secara parsial di dalam operasi besar Lebaran ini. Pasti enggak berani, pasti berantakan sekali, nanti delay, krunya berantakan, pergerakannya dan sebagaimanya," kata Jonan. 

Kemenhub sendiri kata Jonan akan melakukan verifikasi ulang terhadap Terminal 3 usai penutupan angkutan Lebaran yakni pada 17 Juli 2016.

Kompas TV Terminal 3 Soetta Ditunda
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masuk Daftar Obligor dan Debitor, Grup Texmaco: Kami Tidak Pernah Dapat BLBI

Masuk Daftar Obligor dan Debitor, Grup Texmaco: Kami Tidak Pernah Dapat BLBI

Rilis
'Tax Amnesty Jilid II' Dimulai 1 Januari 2022, Bagaimana Kesiapan Sistem IT-nya?

"Tax Amnesty Jilid II" Dimulai 1 Januari 2022, Bagaimana Kesiapan Sistem IT-nya?

Whats New
Rupiah dan IHSG Menguat di Sesi I, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BBNI

Rupiah dan IHSG Menguat di Sesi I, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BBNI

Whats New
Setelah Angkat Dirut Baru, Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi PLN

Setelah Angkat Dirut Baru, Erick Thohir Rombak Jajaran Direksi PLN

Whats New
Menko Airlangga: Kemunculan Varian Omicron Bukti Akses Vaksin di Dunia Tak Merata

Menko Airlangga: Kemunculan Varian Omicron Bukti Akses Vaksin di Dunia Tak Merata

Whats New
Sempat Turun, Cadangan Devisa RI Kembali Meningkat Jadi 145,9 Miliar Dollar AS

Sempat Turun, Cadangan Devisa RI Kembali Meningkat Jadi 145,9 Miliar Dollar AS

Rilis
Jadi Presidensi, Ini 3 Fokus Utama RI di KTT G20 Tahun Depan

Jadi Presidensi, Ini 3 Fokus Utama RI di KTT G20 Tahun Depan

Whats New
Gandeng Standard Chartered, Prudential Indonesia Luncurkan 2 Dana Investasi Baru

Gandeng Standard Chartered, Prudential Indonesia Luncurkan 2 Dana Investasi Baru

Whats New
Rangkaian KTT G20 Dimulai Hari Ini, Indonesia Bahas 3 Isu Utama

Rangkaian KTT G20 Dimulai Hari Ini, Indonesia Bahas 3 Isu Utama

Whats New
Soal Pajak Karbon, Anak Buah Sri Mulyani Sebut AS Malu dengan Indonesia...

Soal Pajak Karbon, Anak Buah Sri Mulyani Sebut AS Malu dengan Indonesia...

Whats New
Ini Alasan BEI Tak Suspensi Saham BUKA meski Harga Saham Terus Turun

Ini Alasan BEI Tak Suspensi Saham BUKA meski Harga Saham Terus Turun

Whats New
Ini Susunan Direksi dan Komisaris PLN Terbaru

Ini Susunan Direksi dan Komisaris PLN Terbaru

Whats New
PPKM Level 3 Serentak Batal, Bagaimana Nasib Ganjil-Genap di Tol 20 Desember-2 Januari di Tol?

PPKM Level 3 Serentak Batal, Bagaimana Nasib Ganjil-Genap di Tol 20 Desember-2 Januari di Tol?

Whats New
Mau Beli Valas? Simak Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Mau Beli Valas? Simak Kurs Rupiah Hari Ini di 5 Bank

Whats New
Naik Rp 1.000 per Gram, Ini Rincian Harga Emas Antam Terbaru

Naik Rp 1.000 per Gram, Ini Rincian Harga Emas Antam Terbaru

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.