Tekan Impor Jagung, Menteri Amran Himbau Pengusaha Gandeng Petani

Kompas.com - 16/07/2016, 10:52 WIB
Ilustrasi THINKSTOCK.COMIlustrasi
|
EditorAprillia Ika

MOJOKERTO, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian terus menekan impor jagung hingga turun 47 persen dari kebutuhan nasional sebesar 10,7 juta ton tahun ini. Hal ini dilakukan untuk menuju swasembada jagung di 2018.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, bila keran impor semakin ditutup maka dampaknya semakin banyak pengusaha benih dan pakan ternak yang menjalin kemitraan dengan petani lokal.

"Impor jagung turun, sampai hari ini 47 persen atau sekitar 800 ribu sampai satu juta ton. Kami targetkan tahun depan tidak ada impor lagi. Paling lambat tahun 2018," ujar Amran setelah acara panen raya jagung di Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (15/7/2016).

Amran menjelaskan, kebutuhan jagung nasional pertahun mencapai 10,7 juta ton. Sementara pada 2015, Indonesia masih harus membuka keran impor jagung sebanyak 3,6 juta ton.

Menteri Amran optimis, dalam dua tahun kedepan Indonesia tidak lagi mengimpor jagung baik untuk kebutuhan konsumsi maupun industri pakan ternak. Caranya, dengan mengoptimalkan kemitraan para pengusaha dengan petani jagung.

"Pemerintah support regulasi, kalau cukup dalam negeri kami tutup impor. Harga kami jamin dan kami garansi kalau ada harga di bawah Rp 2.750 per kg, Bulog langsung beli. Itu perintah, bukan himbauan. Itu sudah Perpres, harga jagung kering Rp 3.150 per kg," katanya.

Kemitraan

Sementara itu, skema kemitraan yang dimaksud Mentan adalah seperti yang dilakukan PT BISI International dan PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI). Yakni, dengan cara memberi pinjaman benih dan melakukan pembinaan.

Pada tahun ini, pola kemitraan CPI itu akan menyentuh 100.000 hektare lahan petani. Dalam skema tersebut, pihak CPI akan membeli jagung hasil produksi petani.

CPI menjamin harga yang ditawarkan kepada petani tak sampai di bawah harga pokok produksi (HPP) jagung di level Rp 3.150 per kg.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X