Punya Atasan yang Pilih Kasih? Begini Cara Menyikapinya

Kompas.com - 16/09/2016, 06:31 WIB
Dok. Jobplanet Indonesia Ilustrasi atasan pilih kasih

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang atasan yang baik harus bisa menjadi panutan bagi bawahannya. Ia tak hanya dituntut untuk bersikap bijak dalam memberikan arahan, tapi juga dalam menilai kinerja karyawan.

Sejatinya, karyawan berhak untuk mendapatkan perlakuan yang sama, sehingga atasan harus bisa bersikap adil dan objektif.

Atasan boleh memberi pujian atau penghargaan bagi anak buahnya yang berprestasi, serta memberi peringatan kepada yang lalai.

Sayangnya, tak jarang kita temui atasan yang bersikap pilih kasih dan menjadikan karyawan tertentu sebagai anak emas yang selalu diunggulkan di hadapan karyawan lain.

Ia tidak sadar bahwa hal itu bisa menjadi bumerang bagi dirinya sendiri, selain membuat karyawan lainnya merasa kurang dihargai.

Jika Anda mengalami hal yang sama—memiliki atasan yang pilih kasih—sikapilah dengan cara-cara berikut:

1. Selesaikan pekerjaan dengan baik

Sebelum menuding bahwa atasan Anda menganakemaskan karyawan lain, alangkah baiknya jika Anda terlebih dahulu memeriksa pekerjaan sendiri.

Jangan terburu-buru menarik kesimpulan sebelum yakin bahwa pekerjaan Anda sudah tuntas dengan baik. Sebab, bisa saja atasan terlihat pilih kasih karena Anda tidak memberikan hasil kerja yang layak untuk dihargai.

2. Kenali perasaan Anda

Tanyakan pada diri sendiri, apakah atasan Anda memang bersikap kurang adil ataukah ini hanya perasaan iri saja?

Kadang kala rasa iri dan cemburu bisa menimbulkan prasangka buruk pada keberhasilan orang lain. Kalau sudah begini, Anda harus berhati-hati jangan sampai lingkungan kantor jadi tidak kondusif akibat perselisihan antarkaryawan.

3. Buktikan kemampuan diri

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorAprillia Ika
SumberJobplanet

Close Ads X