Oknum Pelabuhan Tertangkap, Menhub Ingatkan Jajarannya untuk Tidak Hambat "Dwell Time"

Kompas.com - 07/10/2016, 16:50 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (6/10/2016) Achmad FauziMenteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Kamis (6/10/2016)
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi Polda Sumatra Utara yang telah menangkap dua oknum penghambat bongkar muat barang atau dwell time di Pelabuhan Belawan.

Namun dia mengaku belum tahu persis siapa oknum tersebut. "Oknum mana, saya belum tahu persis. Ada dua oknum, bisa oknum swasta bisa oknum dari Dephub, atau siapa," ujar Budi di Kantor Kemenhub, Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Budi mengingatkan jajaran Kementerian Perhubungan di daerah untuk tidak menghambat dwell time. Bila ada jajarannya yang terlibat, ia menyerahkan sepenuhnya penegakkan hukum kepada Kepolisian.

Saat ini, kata Budi, Kemenhub baru berkonsentrasi menyelesaikan persoalan di tiga pelabuhan yakni di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya, dan Belawan Medan.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menumpahkan emosinya lantaran durasi bongkar muat barang atau dwell time di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, sangat lama.

Kemarahan Jokowi tumpah saat memberikan sambutan peresmian Terminal Peti Kemas Kalibaru, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (13/9/2016).

"Di Belawan masih tujuh, delapan hari. Mau bersaing kayak apa kita kalau masih tujuh, delapan hari, coba?" ujar Jokowi.

Selain Pelabuhan Belawan, Presiden juga marah atas lambannya dwell time di pelabuhan lain, misalnya Pelabuhan Tanjung Perak dan Pelabuhan Makassar. Ia pun meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menindak oknum yang membuat dwell time menjadi lebih lama.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X