Saham Selalu Naik Jelang Pilpres di AS, Tapi Kali Ini Tidak...

Kompas.com - 04/11/2016, 09:10 WIB
Donald Trump dan Hillary Clinton dalam acara debat pertama Pilpres AS di New York, Selasa (27/9/2016) WIB. REPRO BIDIK LAYAR BLOOMBERGDonald Trump dan Hillary Clinton dalam acara debat pertama Pilpres AS di New York, Selasa (27/9/2016) WIB.
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

KOMPAS.com - Pemilihan presiden Amerika Serikat di 2016 akan jadi pilpres tersengit yang pernah ada. Ketegangan politik jelang pilpres menjalar hingga lantai bursa.

Indeks acuan S&P 500 biasanya selalu naik di lima hari sebelum pilpres, dan itu sudah terjadi 20 kali dari 22 kali pemilihan presiden AS. Tapi nyatanya, indeks S&P 500 sudah terpuruk dalam delapan hari berturut-turut.

Tentunya pola baru ini menjadi pola yang tidak biasa dalam tradisi pasar saham di AS. Data S&P 500 terlihat dari kompilasi data Bloomberg dan Bespoke Investment Group LLC.

Penurunan indeks S&P 500 sebelum pilpres AS sebelumnya terjadi pada pilpres AS tahun 1928.

Dok. Bloomberg Indeks S&P jelang pilpres di AS

"Semuanya berkaitan antara kepastian dan ketidakpastian, itu yang akan mendorong pasar. Saat ini judul utama adalah politik dan itulah judul terbesar saat ini," kata Ernie Cecilia, chief investment officer di Bryn Mawr Trust.

"Penurunan indeks lebih karena hasil polling yang semakin ketat. Sebab pasar sebelumnya tidak mengekspektasi kemeangan Trump," lanjut dia.

Kompas TV Trump: Kebijakan Hillary Bisa Memulai Perang Dunia

Baca tentang


Sumber Bloomberg

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X