Krakatau Steel Mulai Pasok Baja untuk Proyek Kelistrikan 35.000 Megawatt

Kompas.com - 20/12/2016, 18:53 WIB
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Sukandar, di Jakarta, Selasa (20/12/2016). Estu Suryowati/Kompas.comDirektur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Sukandar, di Jakarta, Selasa (20/12/2016).
|
EditorM Fajar Marta

Pada bulan ini, di pasar domestik China dan Amerika Serikat, harga baja (HRC) sudah naik menjadi 575 dollar AS per ton dan 600 dollar AS per ton, setelah mencapai titik terendah pada Desember 2015.

Pada kuartal III 2016, laba kotor perseroan tercatat sebesar 138 juta dollar AS, atau mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode sama tahun lalu yang masih membukukan kerugian bersih 20,89 juta dollar AS.

Begitu juga dengan laba operasi perseroan yang tercatat sebesar 28,8 juta dollar AS, mengalami kenaikan dibandingkan periode sama tahun lalu yang masih merugi sebesar 118,34 juta dollar AS.

Perbaikan laba operasi membuat EBITDA perseroan meningkat menjadi 96,92 juta dollar AS, dari kuartal III 2015 yang minus 69,19 juta dollar AS.

Komponen dalam negeri

Pada proyek kelistrikan 35.000 MW, pemerintah mematok tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) minimal 40 persen untuk transmisi.

Pemerintah berharap, seluruh kebutuhan baja bisa disuplai dari Krakatau Steel. Menurut perhitungannya, untuk mencapai kapasitas 35.000 MW, maka perlu 732 proyek transmisi (75.000 tower), dengan kebutuhan konduktor aluminium mencapai 301.300 kilometer, 2.600 set travo, dan 3,5 juta ton baja (profil dan pipa luar pembangkit).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X