OJK Didorong Rampungkan Aturan Komputasi Awan di Sektor Jasa Keuangan

Kompas.com - 23/12/2016, 08:00 WIB
Perwakilan ICCA menyerahkan kajian dan plakat kepada Fithri Hadi, Direktur Sistem Informasi dan Operasional OJK, sebagai dukungan terhadap penerapan komputasi awan di sektor jasa keuangan

Dok. ICCAPerwakilan ICCA menyerahkan kajian dan plakat kepada Fithri Hadi, Direktur Sistem Informasi dan Operasional OJK, sebagai dukungan terhadap penerapan komputasi awan di sektor jasa keuangan
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com – Beberapa waktu lalu Perkumpulan Penasihat Hukum Internal Perusahaan, yang lebih dikenal dengan Indonesian Corporate Counsel Association (ICCA), menyerahkan kajian penggunaan layanan komputasi awan kepada Otoritas Jasa Keuangan ( OJK).

Kajian tersebut diharapkan membantu OJK dalam menyusun regulasi terkait komputasi awan bagi lembaga jasa keuangan. Dalam kajian tersebut, ICCA menilai pentingnya sektor jasa keuangan untuk bertransformasi secara digital dengan dukungan komputasi awan agar dapat mengelola sistem transaksi keuangan yang aman, cepat dan terpercaya.

Menurut ICCA, semenjak krisis finansial global, sektor perbankan dan jasa keuangan lainnya aktif mengadopsi teknologi terkini untuk meningkatkan kualitas dari pelayanannya.

Menurut survei yang di lakukan oleh Capgemini, 15 persen nasabah bank berpotensi untuk pindah bank dalam 6 bulan ke depan demi mendapatkan pelayanan yang lebih optimal. Angka ini melonjak ke 50 persen untuk kategori para millennials.

Di waktu yang bersamaan, Celent juga mengeluarkan survei di mana ditemukan 70 persen dari anggaran teknologi informasi (TI) yang di gunakan oleh perbankan digunakan hanya untuk pemeliharaan infrastruktur TI.

Dua penemuan tersebut bisa menjadi kesimpulan dasar dari pesatnya perkembangan transformasi digital di sektor perbankan dan jasa keuangan lainnya.

Penelitian yang dilakukan beberapa konsultan berstandar internasional seperti Gartner, KPMG dan IDC juga menyatakan bahwa pada intinya komputasi awan adalah kemutlakan zaman yang tidak mungkin dihindari, bahkan harus diterima dan dimanfaatkan untuk kepentingan berbagai pihak.

Namun teknologi selalu lahir lebih awal dari hukum dan kali ini teknologi melaju sangat cepat, terutama di era transformasi digital. Pelaku jasa keuangan harus mengambil keputusan cepat dalam menentukan pilihan khususnya untuk penggunaan komputasi awan.

Komputasi awan merupakan inovasi teknologi yang menjadi tonggak era transformasi digital. Sejak awal kehadirannya hingga saat ini, semakin banyak sektor usaha yang menggunakan komputasi awan untuk menjalankan bisnis yang lebih efisien dan mampu bersaing.

Menurut penelitian dari Spicework, sebuah perusahaan global penyedia jaringan TI, di 2016, 93 persen perusahaan di dunia menggunakan setidaknya satu layanan komputasi awan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X