Server Ditjen Pajak "Down" hingga "Kegilaan" Urbanisasi, Simak Berita Kemarin

Kompas.com - 28/03/2017, 07:18 WIB
Pegawai pajak meneliti kebenaran isi laporan surat pemberitahuan tahunan (SPT) wajib pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta, Pasar Minggu, Kamis (21/4/2016). KOMPAS / TOTOK WIJAYANTOPegawai pajak meneliti kebenaran isi laporan surat pemberitahuan tahunan (SPT) wajib pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta, Pasar Minggu, Kamis (21/4/2016).
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Masa pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) akan segera berakhir pada 31 Maret 2017. Tak heran jika pelaporan SPT melalui "e-filling" membludak.

Sayangnya, semangat melaporkan pajak masyarakat ini belum dibarengi dengan kemampuan server yang mumpuni di Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Hal ini menjadi perhatian pembaca kanal ekonomi Kompas.com Senin (27/3/2017) kemarin.

Berita lain yang banyak dibaca yakni paparan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang mengungkap "kegilaan" urbanisasi di Indonesia akibat stabilnya perekonomian dalam 10 tahun terakhir.

Berita lain yang layak disimak yakni masih "nakal"-nya orang kaya di indonesia, bahkan yang namanya masuk daftar orang kaya Forbes, untuk ikut "tax amnesty".

Berikut lima berita yang bisa Anda simak:

1. Konglomerat Malas Ikut Tax Amnesty

Istimewa Menteri Keuangan Sri Mulyani sedang berbincang dengan para pengusaha besar nasional.

Sebagian besar para konglomerat Indonesia yang masuk dalam daftar Forbes telah mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama menjelaskan pihaknya akan memberikan perhatian khusus bagi sebagian konglomerat Indonesia yang masih belum ikut program tax amnesty.

"Sebagian besar wajib pajak besar (orang terkaya di Indonesia) sudah mengikuti tax amnesty. Beberapa memang belum, dan itu yang akan mendapat perhatian khusus dari DJP selepas tax amnesty," kata Hestu Yoga kepada Kompas.com, Senin (27/3/2017).

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.