Sri Mulyani: Izin 676 Importir yang Tak Lapor SPT Diblokir

Kompas.com - 03/04/2017, 16:19 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani KOMPAS.com / DANI PRABOWOMenteri Keuangan Sri Mulyani
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan telah melakukan penertiban kepada importir yang tidak melaporkan Surat Pelaporan Tahunan ( SPT) pajak.

Berdasarkan data, ada 676 Importir yang izinnya diblokir oleh Bea Cukai. Pemblokiran dilakukan setelah adanya pertukaran data dengan Ditjen Pajak.

"Ini tujuannya untuk membersihkan yang buruk-buruk supaya yang baik itu memang patut mendapatkan pelayanan," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (3/4/2017).

Selain memblokir 676 Importir, Bea Cukai tutur Sri Mulyani telah memblokir izin 9.568 perusahaan yang tidak melakukan impor selama 12 bulan, mencabut izin 50 perusahan penerima fasiltas gudang berikat, dan 88 penerima fasilitas kawasan berikat.

Diharapkan, penertiban itu mampu meningkatkan kepatuhan pengguna jasa kepada ketentuan fiskal terutama bea cukai dan perpajakan.

"Bukannya kami mau melalukan intimidasi tapi kalau pelaku ekonomi baik, reputasinya baik, kepatuhanannya baik, maka akan mendapatkan pelayanan (yang baik)," kata Sri Mulyani.

Perempuan yang kerap disapa Ani menegaskan, akan terus mengoptimalkan koordinasi antara Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Pajak. Hal ini adalah bagian dari upaya reformasi bea cukai dan pajak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X