Cerita Menteri Amran yang Diragukan jadi Menteri Pertanian

Kompas.com - 10/04/2017, 13:16 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menghadiri akselerasi serap gabah petani di Jakarta, Minggu (26/3/2017).
KOMPAS.com/IWAN SUPRIYATNAMenteri Pertanian Amran Sulaiman menghadiri akselerasi serap gabah petani di Jakarta, Minggu (26/3/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, saat terpilih sebagai menteri, banyak pihak yang meragukan kemampuannya.

Hal itu diungkapkan Amran saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia ( HKTI) di Balai Kartini, Jakarta, Senin (10/4/2017).

"Saya ingat pertama jadi Menteri Pertanian banyak yang under estimate (meragukan), ketika di Google tidak ada namanya, banyak yang meragukan," cerita Amran dihadapan ribuan petani.

Kemudian cerita Amran, ada seseorang yang menanyakan mengapa dirinya bisa menjabat sebagai Mentan di kabinet kerja. "Ada yang bertanya secara personal kepada saya, 'Kamu siapa bisa jadi Menteri? Aku jawab aku adalah hamba Allah, ini semua karena takdir," ungkap Amran.

Dia mengaku saat awal menjabat tidak mau banyak bicara, karena baru menjabat sebagai Mentan dan belum bekerja.

Setelah dua tahun disoroti, Mentan mengaku berhasil menunjukkan kemampuannya. Pada tahun 2014 produksi padi sebesar 70 juta ton, saat ini sudah di kisaran 79 juta ton.

Selain itu, produksi komoditas jagung 19 juta ton pada 2014 dan hari ini sudah mencapai 21,9 juta ton. "Impor jagung turun 60 persen dan produksi naik 21,9 persen," tukas Amran.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X