Pemerintah Akan Bawa "Penjegalan" CPO oleh Uni Eropa ke Forum G20

Kompas.com - 10/04/2017, 20:22 WIB
Ilustrasi: Bibit kelapa sawit. KOMPAS.com/ FARID ASSIFAIlustrasi: Bibit kelapa sawit.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorM Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memastikan tidak akan tinggal diam atas keputusan Parlemen Uni Eropa mengeluarkan resolusi sawit dan melarang biodiesel berbasis kelapa sawit.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, salah satu langkah yang akan diambil pemerintah yakni membawa persoalan itu ke forum-forum internasional, salah satunya forum G20.

"Iya ke seluruh forum (internasional) yang ada tentu kami akan bawa," ujarnya di Kantor Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (10/4/2017).

Sejumlah menteri tutur Mendag, sudah menyampaikan protes keras atas keputusan Parlemen Uni Eropa terhadap industri sawit Indonesia, di antaranya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Menteri Pertanian.

"Maka kami (Kementerian Perdagangan) akan lakukan hal yang sama. Pemerintah akan mengambil langkah," kata dia.

Namun Enggartiasto belum bisa memprediksi dampak keputusan Parlemen Uni Eropa kepada ekspor CPO Indonesia. Sebab keputusan itu belum lama diambil.

Sebelumnya, Parlemen Uni Eropa mengeluarkan resolusi sawit dan melarang biodiesel berbasis kelapa sawit. Alasannya, pekebunan kelapa sawit di Indonesia dinilai menciptakan deforestasi, korupsi, pekerja anak, sampai pelanggaran HAM.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X