Masa Depan "E-Insurance"

Kompas.com - 30/05/2017, 17:00 WIB
Ilustrasi asuransi pendidikanThinkstock/zimmytws Ilustrasi asuransi pendidikan

 

Adopsi Teknologi di Indonesia

Internet dan penggunaan perangkat mobile saat ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari bagi lebih dari 130 juta masyarakat Indonesia. Terdapat sekitar 327 juta pelanggan layanan mobile dan 106 juta pengguna media sosial, yang membuat akses terhadap begitu banyak informasi dan hiburan menjadi sangat mudah dan praktis.

Cigna baru saja merilis hasil survei tahunan Cigna 360 Well-being yang mengukur persepsi masyarakat mengenai kesehatan dan kesejahteraan dengan fokus pada dampak teknologi digital terhadap layanan kesehatan.

Survei yang melibatkan lebih dari 14.000 responden di 13 negara termasuk Indonesia ini menunjukkan bahwa 78 persen responden global yakin bahwa penggunaan teknologi digital dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa di Indonesia penggunaan aplikasi mobile terkait kesehatan semakin meningkat, dan lebih dari setengah responden mengizinkan data kesehatan mereka diakses oleh pihak ketiga, lebih tinggi dari 45 persen rata-rata global.

Adopsi teknologi yang cepat membuka kesempatan dunia usaha Indonesia – termasuk industri asuransi – untuk semakin relevan dengan kebutuhan pelanggan. Munculnya teknologi finansial ( tekfin) menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi industri ini; mengevolusi produk asuransi konvensional menjadi InsurTech dan mentransformasi penyedia layanan tradisional menjadi HealthTech.

Industri perbankan, yang memiliki banyak kesamaan dengan industri asuransi, telah membuktikan adopsi digital besar-besaran. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 60 juta warga Indonesia telah memiliki rekening bank di 2016, sementara survei lain menunjukkan 34 persen dari jumlah tersebut telah menggunakan layanan mobile banking.

Selain itu, 40 persen pengguna internet kini memanfaatkan teknologi digital untuk membantu mengambil keputusan finansial yang lebih baik. Hal-hal tersebut mengindikasikan betapa potensialnya evolusi yang juga mungkin terjadi pada asuransi digital.

Fitur Digital dan Teknologi dalam Dunia Asuransi

Evolusi dompet elektronik, pembayaran elektronik, dan perbankan elektronik -dengan bantuan tekfin – telah membuka akses yang lebih besar terhadap berbagai produk dan layanan. Hal tersebut juga berlaku pada solusi asuransi.

Melalui dukungan teknologi, industri asuransi kini dapat memberikan pengalaman konsumen yang lebih baik, mulai dari aspek distribusi, evaluasi data, pembayaran, dan keterlibatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) – yang dipercaya sebagai potensi penting di masa depan.

HaloDoc adalah salah satu contoh layanan kesehatan yang mencakup konsultasi jarak jauh dan jasa antar obat melalui aplikasi mobile. Untuk memberikan pelayanan yang berbeda, perusahaan asuransi perlu membentuk kemitraan strategis atau mengembangkan solusi HealthTechsecara mandiri .

Pendekatan baru InsurTech juga telah mengubah perilaku konsumen, misalnya; pembelian secara online dan mobile, pengambilan keputusan berdasarkan data, dan dengan memanfaatkan big data, perusahaan asuransi dapat mengambil keputusan berbasis risiko.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorAprillia Ika
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X