Indonesia Tawarkan Chile Ekspor Daging Sapi ke Indonesia

Kompas.com - 15/06/2017, 04:30 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai melakukan pertemuan dengan Duta Besar Filipina untuk Indonesia Maria Lumen B.Isleta di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (14/6/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOMenteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai melakukan pertemuan dengan Duta Besar Filipina untuk Indonesia Maria Lumen B.Isleta di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (14/6/2017).
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah terus berusaha menurunkan harga daging sapi, salah satunya dengan mengimpor daging sapi dari negara lain.

Terkait itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan pertemuan dengan Duta Besar Chile untuk Indonesia Gonzalo Mendoza di Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

"Chile ini mau ekspor buah anggur ke Indonesia, kemudian juga daging, yang ada stempel halalnya," ujar Amran Sulaiman usai pertemuan tersebut.

Amran menambahkan pihaknya juga mengajak investor asal Chile untuk menanamkan modalnya di Indonesia pada sektor pertanian.

"Mungkin daging sapi dari sana, tapi yang kami minta supaya jangan repot-repot, makanya kami undang mereka investasi di Indonesia, karena pasarnya besar, penduduknya besar, kalau bisa mempekerjakan orang lokal," ungkap Amran.

Menurut Amran, jika ingin mengekspor daging ke Indonesia, Chile harus memiliki harga yang bersaing dengan negara lain, agar stabilisasi harga di dalam negeri bisa tercapai.

"Saya katakan harganya harus bisa sama dengan India, harganya harus bersaing, kalo enggak enggak bisa masuk," kata Amran.

"Chile belum menyebutkan (detail), tetapi saya buka peluang Chile, Brazil, Meksiko, harga jangan sampai Rp 80.000 per kilogram," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X