Terjadi Deflasi di Februari 2019, Apa Dampaknya ke Anda?

Kompas.com - 01/03/2019, 18:54 WIB
Pasar Manggis Setiabudi Jakarta, Kamis (27/12/2018)KOMPAS.com/Ambaranie Pasar Manggis Setiabudi Jakarta, Kamis (27/12/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah jadi rahasia umum bila Indonesia kerap megalami inflasi baik periode tahunan maupun bulanan.

Namun pada Februari 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) justru mencatat telah terjadi deflasi 0,08 persen.

Kenapa bisa begitu? Apa ada dampaknya ke masyarakat?

Seperti dijelaskan BPS, indeks harga konsumen (IHK) di masyarakat merupakan alat ukur terjadinya inflasi atau deflasi.

Secara sederhana, inflasi menandakan meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus dalam periode tertentu. Sedangkan deflasi merupakan kebalikannya yakni kondisi dimana harga-harga secara umum dan terus-menerus mengalami penurunan.

Pada Februari 2019, BPS mencatat telah terjadi sejumlah penurunan harga-harga secara umum. Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya deflasi.

"Bulan-bulan sebelumnya, harga ayam, telur itu agak tinggi. Nah bulan di awal Maret atau Februari, dia harganya turun sehingga deflasi," ujar Menko Perekonomian Darmin Nasution, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Selain telur dan daging ayam, penurunan harga juga terjadi pada komoditas lainnya diantaranya yakni cabai dan bawang.

Penurunan harga tersebut pastinya membuat harga jual menjadi lebih murah sehingga masyarakat bisa membelinya dengan harga yang lebih terjangkau.

Lantas apa yang membuat harga sejumlah bahan makanan tersebut turun? Menurut Darmin, ada dua faktor yakni faktor alamiah dan faktor campur tangan pemerintah.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X