Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Inflasi Medis Kerek Pembayaran Klaim AXA Financial Indonesia

Kompas.com - 24/04/2024, 19:12 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - AXA Financial Indonesia (AFI) mengatakan, inflasi medis yang turut memengaruhi kenaikan klaim asuransi bukan merupakan fenomena yang baru dalam industri asuransi. Fenomena ini bahkan disebut sebagai sesuatu yang terus berulang setiap tahun.

Chief Propostion and Alternate Distribution AXA Financial Indonesia Yudhistira Dharmawata mengatakan, dampak inflasi medis pada klaim asuransi yang terjadi belakangan terjadi justru ketika lebih banyak orang mulai sadar pentingnya berasuransi.

Setelah pandemi Covid-19, kesadaran masyarakat untuk berasuransi semakin tinggi. Hal itu dibarengi dengan kenaikan inflasi medis yang memang diperkirakan lebih tinggi dari biasanya.

Baca juga: Inflasi Medis Kerek Harga Premi Asuransi Kesehatan hingga 20 Persen

"Setelah pandemi, kesadaran masyarakat meningkat, kebetulan itu dikombinasikan dengan inflasi medis yang sudah berlaku. Jadi dampaknya lumayan," kata dia dalam konferensi pers, Rabu (24/4/2024).

Ia menambahkan, AXA Financial Indonesia mencatat produk asuransi kesehatan individual masih mendominasi portofolio bisnis dan pengumpulan premi.

Yudhis menjelaskan, secara umum semakin besar portofolio bisnis maka jumlah klaim yang dibayarkan juga akan turut meningkat. Meskipun demikian, efek dari inflasi medis juga menjadi salah satu komponen yang berpengaruh.

Hal tersebut disebabkan karena tiap rumah sakit memiliki penyesuaian layanan medis yang berbeda.

"Kami akan terus pantau, monitor, dan memastikan tingkat klaim yang disetujui dan dibayarkan adalah klaim yang legit dan sesuai praktik kedokteran yang wajar berlaku," kata dia.

Lebih lanjut, tingkat klaim yang tinggi akan membuat perusahaan asuransi melakukan penyesuaian premi yang diberikan ke nasabah. Axa Financial Indonesia sendiri mengaku terakhir kali melakukan penyesuaian premi pada tahun lalu.

Ke depan, pihaknya akan terus memantau tren kenaikan klaim industri asuransi untuk memastikan premi yang dibayarkan nasabah cukup untuk membayarkan klaim kesehatan nasabah.

"Setiap penyesuaian premi yang dilakukan, kamu juga menambahkan fitur-fitur tambahan yang menjadi nilai tambah terhadap suatu additional yang diberikan kepada nasabah ketika kami melakukan penyesuaian," tandas dia.

Konferensi pers AXA Financial Indonesia, Rabu (24/4/2024).KOMPAS.com/ AGUSTINUS RANGGA RESPATI Konferensi pers AXA Financial Indonesia, Rabu (24/4/2024).
Berdasarkan laporan keuangan AXA Financial Indonesia tahun 2023, pembayaran klaim lebih tinggi sebesar 31 persen dibandingkan tahun 2022.

Selain itu, pada tahun 2023, AXA Financial Indonesia juga mencatatkan kenaikan total pendapatan premi sebesar 5 persen dimana secara industri pendapatan premi asuransi jiwa mengalami penurunan sebesar 7 persen.

AXA Financial Indonesia tetap menjaga kekuatan finansial perusahaan dengan tingkat solvabilitas sebesar 597 persen atau berada jauh diatas ambang batas yg ditentukan OJK sebesar 120 persen.

Baca juga: Inflasi Medis Kerek Jumlah Klaim, Harga Asuransi Kesehatan Perlu Naik?

Sebelumnya, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat, klaim asuransi kesehatan tumbuh signifikan sepanjang 2023. Salah satu pemicu pertumbuhan klain ini adalah inflasi biaya medis.

Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI Freddy Thamrin mengatakan, nilai klaim asuransi kesehatan mencapai Rp 20,83 triliun. Nilai ini melonjak 24,9 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 16,68 triliun.

"Secara keseluruhan peningkatan total klaim kesehatan mencapai 24,9 persen," ujar dia,

Sebagai informasi, hasil riset Mercer Marsh Benefits (MMB) dalam Health Trends 2023 menyebut, Medical Trend Rate atau biaya kesehatan di Indonesia diproyeksikan meningkat hingga 13,6 persen di 2023.

Prediksi biaya kesehatan di Indonesia ini lebih tinggi dari proyeksi Asia di 11,5 persen, juga melebihi inflasi keuangan Indonesia pada 2022 sebesar 5,5 persen.

Baca juga: Asosiasi Sebut Industri Asuransi Jiwa Masih Dibayangi Inflasi Medis

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Catat, Ini Daftar Limit Transfer BCA Terbaru 2024

Catat, Ini Daftar Limit Transfer BCA Terbaru 2024

Work Smart
Lowongan Kerja Pertamina Training & Consulting untuk D3-S1, Simak Kualifikasinya

Lowongan Kerja Pertamina Training & Consulting untuk D3-S1, Simak Kualifikasinya

Work Smart
WNA Sebut IKN 'Ibukota Koruptor Nepotisme', Kementerian PUPR Buka Suara

WNA Sebut IKN "Ibukota Koruptor Nepotisme", Kementerian PUPR Buka Suara

Whats New
Berapa Kali Salah PIN ATM BNI Terblokir?

Berapa Kali Salah PIN ATM BNI Terblokir?

Spend Smart
PIN ATM BNI Terblokir, Ini Cara Mengatasinya

PIN ATM BNI Terblokir, Ini Cara Mengatasinya

Spend Smart
Luhut Dorong Kerja Sama Transisi Energi dengan China

Luhut Dorong Kerja Sama Transisi Energi dengan China

Whats New
Serikat Pekerja Angkasa Pura II Minta Penggabungan AP I dan II Ditunda, Ini Alasannya

Serikat Pekerja Angkasa Pura II Minta Penggabungan AP I dan II Ditunda, Ini Alasannya

Whats New
Berapa Biaya Admin Bank BCA? Ini Daftarnya Sesuai Jenis Kartu

Berapa Biaya Admin Bank BCA? Ini Daftarnya Sesuai Jenis Kartu

Whats New
Apa Kendala Digitalisasi Keuangan di Pedesaan?

Apa Kendala Digitalisasi Keuangan di Pedesaan?

Whats New
Jelang Long Weekend, KCIC Perkirakan Penumpang Whoosh Melonjak 20 Persen

Jelang Long Weekend, KCIC Perkirakan Penumpang Whoosh Melonjak 20 Persen

Whats New
Pemerintah Klaim Target Produksi Minyak 1 Juta Barrel Dongkrak Investasi

Pemerintah Klaim Target Produksi Minyak 1 Juta Barrel Dongkrak Investasi

Whats New
BPK: Negara Berpotensi Kehilangan PNBP Rp 3 Triliun dari Kebijakan Bebas Visa Kunjungan

BPK: Negara Berpotensi Kehilangan PNBP Rp 3 Triliun dari Kebijakan Bebas Visa Kunjungan

Whats New
Tingkatkan Akurasi dan Percepat Proses Akuntansi hingga 83 Persen, Software ERP Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis pada 2024

Tingkatkan Akurasi dan Percepat Proses Akuntansi hingga 83 Persen, Software ERP Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis pada 2024

Whats New
Bulog Akan Akusisi Sumber Beras di Kamboja, Ombudsman Sebut Terobosan Bagus

Bulog Akan Akusisi Sumber Beras di Kamboja, Ombudsman Sebut Terobosan Bagus

Whats New
IHSG Ambles 1,42 Persen, Rupiah Anjlok ke Level Rp 16.412

IHSG Ambles 1,42 Persen, Rupiah Anjlok ke Level Rp 16.412

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com