Bisa Jadi Opsi Investasi, SBN Ritel Bakal Terbit Tiap Bulan

Kompas.com - 01/03/2019, 19:11 WIB
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman saat membuka peluncura SR-011 di Jakarta, Jumat (1/3/2019). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIADirektur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman saat membuka peluncura SR-011 di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan, dari tahun ke tahun, pemerintah terus menambah instrumen surat berharga negara.

Jika sebelumnya hanya 2-3 instrumen ritel, sejak tahun lalu pemerintah menerbitkan lima instrumen. Sementara untuk tahun 2019, tak tanggung-tanggung, pemerintah menargetkan ada 10 SBN ritel yang akan terbit.

"Jadi akan terbit setiap bulan kecuali saat Lebaran dan akhir tahun," ujar Luky di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Pemerintah menyediakan empat instrumen, yakni Saving Bond Retail, Sukuk Tabungan, Sukuk Ritel, dan Obligasi Negara Ritel. Adapun total penerbitan SBN ritel tahun ini ditargetkan mencapai Rp 60 triliun atau 7,26 persen dari total penerbitan SBN bruto 2019 yang mencapai Rp 825,7 triliun.

Baca juga: Makin Terjangkau, Sukuk Ritel SR-011 Bisa Dibeli Mulai Rp 1 Juta

Dengan penerbitan SBN ritel hingga 10 kali, maka masyarakat bisa berinvestasi tanpa perlu menunggu lama pembukaan masa penawaran.

"Kita berikan opsi ke investor apa yang cocok ke mereka. Kalau dulu orang menunggu-nunggu kapan keluar lagi SBN ritel, sekarang ada setiap bulan," kata Luky.

Luky mengatakan, saat ini pemerintah tengah mengembangkan basis investor domestik. Dengan banyaknya SBN yang dikeluarkan, diharapkan semakin banyak para investor lokal yamg mendalami pasar keuangan.

Pemerintah baru saja membuka penawaran Sukuk Ritel seri SR-011 kepada investor individu yang berlangsung mulai tanggal 1-21 Maret 2019. 

Selain sebagai instrumen pembiayaan APBN, sukuk ritel ditujukan untuk memperluas basis investor di pasar domestik, mendukung pengembangan keuangan syariah, dan memperkuat pasar modal Indonesia dengan mendorong transformasi masyarakat dari saving-oriented society menuju investment-oriented  society

SR-011 memiliki tenor tiga tahun dengan imbal hasil sebesar 8,05 persen pertahun. Sukuk ritel ini bisa diperdagangkan di pasar sekunder setelah dua periode imbalan sejak 11 Juni 2019. Dengan catatan, hanya dapat diperdagangkan antar investor domestik. 

Tak hanya itu, nilai penawarannya juga semakin terjangkau dengan minimal penawaran Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X