Nilai Tukar Rupiah Masih Tertahan Tekanan Eksternal

Kompas.com - 05/03/2019, 13:11 WIB
Ilustrasi rupiah. THINKSTOCKS/FITRIYANTOANDIIlustrasi rupiah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rupiah belum mampu menunjukan penguatan walau angin segar perdamaian dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China kian kencang berhembus.

Selasa (5/3/2019) pukul 11.57 WIB, kurs rupiah spot berada di Rp 14.144 per dollar AS. Rupiah melemah 0,1 persen ketimbang posisi kemarin. 

Menurut analis Asia Trade Point Futures, Deddy Yusuf Siregar, pelaku pasar masih nyaman menjadikan dollar AS sebagai aset safe haven di tengah kembalinya optimisme berakhirnya perang dagang.

"Sebagian besar masih akan menunggu kepastian sampai akhir Maret, dimana Presiden AS, Donald Trump akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping. Kira-kira apa saja kesepakatan yang menjadi pertimbangan perdamaian," jelasnya pada Kontan, Selasa.

Baca juga: Rupiah Melemah 5 Hari Berturut-turut

Di sisi lain, pemangkasan target pertumbuhan ekonomi China turut menyumbang keraguan pelaku pasar untuk memasuki pasar Asia. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia, hasil tersebut menjadi peringatan bagi pelaku pasar untuk tidak mengambil risiko di pasar Asia. Ini pula yang menguatkan dollar AS.

Penguatan dollar AS juga makin ditopang dengan pernyataan Gubernur Bank Sentral AS, Jerome Powell, jika perlambatan ekonomi bisa saja terjadi namun secara keseluruhan perekonomian AS cukup baik.

"Menilik pernyataan Powell, bukan tidak mungkin The Fed akan mengubah kebijakannya menjadi hawkish dan menaikan suku bunga, kira-kira satu kali, di tahun ini," tambah Deddy.

Baca juga: Jamu Racikan BI agar Rupiah Perkasa

Ditambah lagi, beberapa bank sentral dari negara-negara ekonomi besar lainnya, seperti Bank of England dan Bank of Japan masih berpegang pada kebijakan dovish. Ini pula menjadi katalis positif bagi dollar AS.

"Bisa dilihat pula bagaimana penurunan harga-harga komoditas unggulan kita seperti CPO dan batubara. Juga kenaikan harga minyak dunia kemarin. Ini makin memberatkan rupiah," tutur Deddy.

Deddy belum melihat adanya sentimen positif yang berpotensi menguatkan rupiah dalam waktu dekat. Dirinya menyampaikan agar menunggu hasil data cadangan devisa, data payroll AS, serta ketenagakerjaan AS yang akan diluncurkan minggu ini.

Baca juga: Rupiah akan Tetap Stabil Sebelum dan Sesudah Pemilu

"Walau belum ada sentimen yang berpotensi menguatkan rupiah, Bank Indonesia (BI) pernah menyampaikan jika pelemahan rupiah tahun ini tidak akan lebih dari level Rp 14.200 per dollar AS dan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6 persen. Ini menjadi kekuatan tersendiri nantinya," jelas Deddy.

Atas optimisme tersebut, Deddy melihat penguatan berpotensi terjadi hari ini di kisaran Rp 14.100 per dollar AS - Rp 14.155 per dollar AS. (Amalia Fitri)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Nilai tukar rupiah masih tertahan tekanan eksternal



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Belanja Ramadhan dan Lebaran Anti Boros, Cek Promo di 6 Marketplace Ini

Belanja Ramadhan dan Lebaran Anti Boros, Cek Promo di 6 Marketplace Ini

Spend Smart
LPS Buka Opsi Bebaskan Premi Penjaminan Perbankan, ini Syaratnya

LPS Buka Opsi Bebaskan Premi Penjaminan Perbankan, ini Syaratnya

Whats New
IHSG Bakal Lanjutkan Penguatan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Bakal Lanjutkan Penguatan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
[TREN SOSBUD KOMPASIANA] Setop Pernikahan di Bawah Umur | Uniknya Kulkas jadi Perpustakaan | 'Community Pantry' di Filipina

[TREN SOSBUD KOMPASIANA] Setop Pernikahan di Bawah Umur | Uniknya Kulkas jadi Perpustakaan | "Community Pantry" di Filipina

Rilis
Bijak Belanjakan THR, Cek Jadwal Promo dan Cara Dapatkan Cashback dari ShopBack

Bijak Belanjakan THR, Cek Jadwal Promo dan Cara Dapatkan Cashback dari ShopBack

Whats New
Daftar 11 Orang Kaya Pemilik Bank Swasta Besar di Indonesia

Daftar 11 Orang Kaya Pemilik Bank Swasta Besar di Indonesia

Whats New
Erick Thohir: Sudah Saatnya Kita Ambil Peran Memelihara Bumi

Erick Thohir: Sudah Saatnya Kita Ambil Peran Memelihara Bumi

Whats New
Pelaku Usaha Ganti Kembalian Uang dengan Permen, Kemendag: Itu Tidak Boleh, Laporkan!

Pelaku Usaha Ganti Kembalian Uang dengan Permen, Kemendag: Itu Tidak Boleh, Laporkan!

Whats New
Kenalan dengan Bintarti, 'Kartini' Bidang Teknik di Blue Bird

Kenalan dengan Bintarti, "Kartini" Bidang Teknik di Blue Bird

Whats New
Jadi Orang Terkaya RI, Apa Saja Bisnis Hartono Bersaudara?

Jadi Orang Terkaya RI, Apa Saja Bisnis Hartono Bersaudara?

Whats New
Lindungi Hak Konsumen, Kemendag Bakal Keluarkan Kebijakan Baru Terkait Garansi

Lindungi Hak Konsumen, Kemendag Bakal Keluarkan Kebijakan Baru Terkait Garansi

Whats New
Ingin Belanja Online di Instagram? Perhatikan Hal Ini agar Tidak Tertipu

Ingin Belanja Online di Instagram? Perhatikan Hal Ini agar Tidak Tertipu

Whats New
Mau Coba Bisnis Franchise Chiclin? Ini Modal dan Cara Daftarnya

Mau Coba Bisnis Franchise Chiclin? Ini Modal dan Cara Daftarnya

Smartpreneur
Hari Ke-11 Puasa, Harga Daging Ayam, Cabai, dan Telur Ayam Mulai Turun

Hari Ke-11 Puasa, Harga Daging Ayam, Cabai, dan Telur Ayam Mulai Turun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X