Survei: Mayoritas Investor Mata Uang Kripto adalah Milenial

Kompas.com - 09/03/2019, 11:00 WIB
Teknologi blockchain adalah solusi keamanan dan privasi, khususnya untuk keuangan berbasis internet yang dapat memproses perdagangan bernilai triliunan.  Shutterstock Teknologi blockchain adalah solusi keamanan dan privasi, khususnya untuk keuangan berbasis internet yang dapat memproses perdagangan bernilai triliunan.

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Animo masyarakat Indonesia untuk berinvestasi pada cryptocurrency alias mata uang kripto menunjukkan kemajuan.

Hal ini terbukti berdasarkan hasil survei yang dilakukan Bitocto Indonesia selama periode Januari-Februari 2019.

"Data para member di Bitocto saat ini berjumlah lebih dari 18.000 orang, 70 persen di antaranya dikuasai oleh para generasi milenial. Uniknya lagi, mereka justru menetap di kota-kota kecil di Indonesia," kata Founder dan CEO Bitocto Indonesia Milken Jonathan dalam keterangannya dikutip Kompas.com, Sabtu (9/3/2019).

Baca juga: Bos Bursa Kripto Meninggal, Bitcoin Senilai 145 Juta Dollar AS Terancam Hangus

Milken menambahkan, dari data pihaknya kebanyakan yang berinvestasi ialah laki-laki dibandingkan perempuan, yakni 96,6 persen.

Angka yang cukup bervariatif justru ditunjukkan dari latar belakang para partisipan, yakni 10,3 persen berasal dari kalangan freelance atau pekerja lepas, 13,8 persen tidak bekerja, 24,1 persen pegawai swasta, dan sisanya 51,7 persen para pebisnis.

Metode investasi dengan cara trading masih cukup diminati di Indonesia. Sebanyak 55 persen partisipan memilih metode ini, sementara 4 persen lainnya memilih metode mining, dan sisanya sebesar 41 persen memilih menggunakan kedua metode sekaligus.

Baca juga: Seberapa Menjanjikan Prospek Aset Kripto di Indonesia?

"Partisipan meyakini bahwa investasi cryptocurrency merupakan investasi yang aman serta bisa dijadikan sebagai investasi jangka panjang, 96,6 persen di antaranya akan merekomendasikan investasi ini kepada para koleganya," katanya.

"Alasan utama partisipan berinvestasi adalah untuk menambah pendapatan dan ingin belajar memahami kompleksitas teknologi blockchain dan manfaatnya," lanjut Milken.

Baca juga: Arab Saudi dan Uni Emirat Arab Sepakat Ciptakan Mata Uang Kripto Baru

Dikatakannya, selain keterlibatan milenial dalam investasi aset digital ini, kapitalisasi pasar juga merupakan salah satu komponen penting dalam membantu menunjang kesuksesan investasi.

Survei ini melibatkan 29 partisipan dari sejumlah kota di Indonesia. Sebanyak 34,5 persen di antaranya berusia 31-50 tahun, sedangkan 65,5 persen berasal dari kalangan milenial dengan kisaran usia 17-30 tahun.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X