Mahendra K Datu
Pekerja corporate research

Pekerja corporate research. Aktivitas penelitiannya mencakup Asia Tenggara. Sejak kembali ke tanah air pada 2003 setelah 10 tahun meninggalkan Indonesia, Mahendra mulai menekuni training korporat untuk bidang Sales, Marketing, Communication, Strategic Management, Competititve Inteligent, dan Negotiation, serta Personal Development.

Futurism # 8: Lifestyle – Karena Tak Ada Yang Ingin Disalahpahami.

Kompas.com - 11/03/2019, 12:25 WIB
Karl Lagerfeld ChanelKarl Lagerfeld
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Dengan peralatan mobile dan portable, mereka membuka ‘kantor’ di gazebo tepi sawah, atau kursi malas tepi pantai. Sebagian dari mereka hanya memakai kaos oblong dan sandal jepit. Tapi siapa yang peduli?

Setiap akhir pekan mereka mengirimkan hasil kerjanya ke klien-klien mereka di seluruh dunia. Penghasilan mereka mungkin jauh lebih besar daripada kebanyakan kolega mereka yang bekerja di kantor-kantor.

Inilah gaya hidup mereka. Inilah spesies seni baru yang bernama ‘futurism’, dan para digital nomad itulah seniman-seniman yang membantu membentuk masa depan dunia kerja dan perkantoran

Lagerfeld tak jauh berbeda dengan para digital nomad itu. Ia adalah refleksi semangat bekerja yang penuh kegembiraan. Seni mereka – juga Lagerfeld – menjadi mengubah dunia selalu abadi.

Dan bagi para industrialis serta investor, seni ini dengan mudah diuangkan. Tak ada yang terlalu mahal untuk lifestyle: bila anda suka, Anda akan membelinya, berapapun harganya.

Di mural balai kota di Gottingen, Jerman, terpampang sebuah lukisan dengan tulisan "ars longa vita brevis". Itulah kata-kata Hippocrates dalam buku catatannya berjudul “Aphorismi”…..seni itu abadi, (sedangkan) kehidupan sangat pendek.

Sayang sekali, Lagerfeld, Steve Jobs, dan Hippocrates sudah terlanjur pergi karena hukum alam akan pendeknya kehidupan.

Sebenarnya saya ingin bertanya kepada mereka, bagaimana mereka bisa sangat mengerti gaya hidup seperti apa yang saya dan orang-orang lain inginkan.

Dalam permenungan, saya hanya bisa mengingat satu axioma purba…. “If you don't know what you want, you will probably never get it.” (Oliver Wendell Holmes, Jr.).

Dan seperti kata-kata CEO Chanel Alain Wertheimer tadi, barangkali orang-orang seperti Lagerfeld dan Steve Jobs memang jauh melampaui zamannya.

Mereka pergi ke masa depan untuk memberitahu kita semua apa yang sebaiknya kita beli dan kita pakai hari ini. Tak heran mereka kaya raya!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.