Lippo Karawaci Tunjuk John Riady Jadi CEO

Kompas.com - 12/03/2019, 14:39 WIB
Direktur Lippo Group John Riady saat acara Indonesia Summit 2017 di Hotel Shangrila Jakarta, Kamis (20/4/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTODirektur Lippo Group John Riady saat acara Indonesia Summit 2017 di Hotel Shangrila Jakarta, Kamis (20/4/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengumumkan pengangkatan John Riady sebagai Direktur Utama alias Chief Executive Officer (CEO) perseroan. Selain itu, perseroan juga mengumumkan jajaran dewan komisaris dan direksi yang baru.

“Saya merasa terhormat untuk memegang jabatan sebagai CEO perseroan," kata John dalam pernyataannya, Selasa (12/3/2019).

Cucu pengusaha dan miliarder Mochtar Riady ini menuturkan, dirinya melihat peluang yang besar untuk membangun LPKR. Selain itu, ia juga ingin mendorong keunggulan operasional, fokus, dan pendekatan yang lebih disiplin dalam alokasi modal perseroan.

Baca juga: Lippo Karawaci Klaim Likuiditas Aman untuk Bayar Utang

"Saya berharap dapat bekerja sama dengan Dewan Komisaris dan tim manajemen LPKR yang baru untuk memberikan nilai yang lebih besar kepada para pemegang saham kami," sebut John.

Perseroan juga mengumumkan rencana aksi korporasi berupa rights issue dan divestasi aset pada tahun ini. Dana segar yang dibidik adalah sebesar 1 miliar dollar AS.

Dari jumlah tersebut, sebesar 730 juta dollar AS berasal dari rights issue. Sementara itu, sebesar 280 juta dollar AS berasal dari penyelesaian rencana divestasi aset.

Baca juga: Lippo dan China Merchants Akuisisi Rumah Sakit di Shanghai

Dari proses rights issue, keluarga Riady melalui PT Inti Anugerah Pratama akan bertindak sebagai standby buyer yang akan mengeksekusi saham baru senilai 660 juta dollar AS. Sebesar 70 juta dollar AS akan diambil oleh George Raymond Zege III dan Chow Tai Fook Nominee Limited.

Dana tersebut akan digunakan untuk modal perseroan dalam fokus bisnis ke depan, yakni perumahan di daerah perkotaan, pusat perbelanjaan dan gaya hidup, serta layanan kesehatan.

Penawaran Umum Terbatas (Right Issue) ini harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 18 April 2019 dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 
 
 
Dari penjualan aset, LPKR membidik 280 juta dollar AS hingga akhir tahun 2019. Pada 10 Januari 2019, LPKR mengumumkan penjualan sahamnya pada dua usaha patungan layanan kesehatan di Myanmar, yaitu 40 persen saham di Yoma Siloam Hospital Pun Hlaing Limited dan 35 persen saham di Pun Hlaing International Hospital Limited kepada OUE Lippo Healthcare Limited.
 
Penjualan ini diharapkan menghasilkan dana segar sebesar 20 juta dollar AS saat transaksi selesai pada semester I 2019.

Pada tanggal 11 Maret 2019, LPKR setuju untuk menjual komponen ritel Lippo Mall Puri dengan total nilai penjualan 260 juta dollar AS. Akuisisi ini ditargetkan selesai pada semester II 2019, tunduk pada persetujuan regulator, pemegang saham, dan pihak-pihak lainnya.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X