MRT Jadi Angin Segar bagi Bisnis Properti

Kompas.com - 27/03/2019, 16:55 WIB
Stasiun Lebak Bulus menjadi stasiun akhir dari rute MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) KOMPAS.com/ANISSA DEA WIDIARINIStasiun Lebak Bulus menjadi stasiun akhir dari rute MRT fase 1 lintas Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehadiran sistem transportasi Moda Raya Transportasi (MRT) dipandang menjadi angin segar bagi bisnis properti. Sistem transportasi massal dalam kota memiliki dampak yang sangat nyata pada kenaikan harga properti.

Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan, keberadaan koridor transportasi baru atau perubahan sistem transportasi massal akan meningkatkan potensi investasi properti di suatu wilayah. Terealisasinya MRT Jakarta Fase I akan mendongkrak harga properti karena akan meningkatkan konektivitas, akses masyarakat, dan mengurangi waktu tempuh.

“Dengan beroperasinya MRT Jakarta Fase I, investasi di bidang properti, akan meningkat di sepanjang jalur MRT tersebut. Harga tanah dan aset properti di sekitar wilayah Jalan Thamrin, Sudirman, Blok M, Fatmawati dan TB Simatupang yang dilalui jalur MRT ini akan terdongrak. Sedangkan wilayah sekitar Lebak Bulus dan TB Simatupang bisa menjadi kawasan pusat niaga baru di Jakarta Selatan,” ujar Marine dalam keterangannya, Rabu (27/3/2019).

Baca juga: Butuh 6 Presiden dan 9 Gubernur supaya Jakarta Punya MRT

Menurut Marine, dalam Rumah.com Property Index menunjukkan rata-rata indeks harga per kuartal DKI Jakarta sepanjang tahun 2018 adalah 122 poin, naik 4 persen dari indeks harga per kuartal rata-rata DKI Jakarta pada 2017 secara tahunan (yoy). Rata-rata indeks harga per kuartal Jakarta Selatan adalah 149 poin, naik 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kenaikan indeks di Jakarta Selatan diperkirakan sebagai akibat pembangunan MRT Jakarta Fase I. Selaras dengan kenaikan di Jakarta Selatan, daerah perbatasannya pun mengalami kenaikan yang sama. Tangerang Selatan mengalami kenaikan indeks sebesar 4 persen (yoy),” jelasnya.

Baca juga: Menhub: Kartu Uang Elektronik akan Bisa Digunakan untuk Naik MRT

Perkembangan properti di Jakarta Selatan juga tak lepas dari faktor perkembangan properti di ruas jalan TB Simatupang, yang berubah menjadi kawasan bisnis baru. Kemunculan gedung-gedung perkantoran baru diimbangi dengan munculnya hunian-hunian baru, khususnya apartemen.

Berdasar hasil survei Rumah.com, 76 persen responden survei menempatkan kedekatan dengan transportasi publik menempati posisi teratas sebagai faktor pertimbangan untuk membeli properti selain pertimbangan tentang lokasi, keamanan, infrastruktur dan fasilitas, harga per meter persegi serta kemampuan finansial.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X