5 Bahasa Tubuh Ini Pengaruhi Kesuksesan Anda

Kompas.com - 01/04/2019, 14:00 WIB
Ilustrasi PIXABAY/rawpixelIlustrasi
NEW YORK, KOMPAS.com - Kesuksesan tak hanya dipengaruhi oleh kegigihan dan kerja keras Anda. Ternyata, bahasa tubuh pun dapat memengaruhi kesuksesan seseorang, tanpa kecuali Anda sendiri.
 
Dilansir dari Reader's Digest, Senin (1/4/2019), 5 bahasa tubuh ini dapat memengaruhi kesuksesan Anda. Berikut penjelasannya.
 
1. Postur tubuh
 
Ilustrasi priag-stockstudio Ilustrasi pria
Dasar dari bahasa tubuh yang baik adalah postur tubuh yang baik pula. Luruskan tulang belakang, lemaskan bahu, dan sejajarkan dagu paralel dengan lantai.
 
Anda juga harus memosisikan lengan dalam posisi yang tidak menutup dada.
 
"Tetap posisikan torso Anda terbuka atau tidak terhalang. Kita cenderung menutup dada ketika merasa cemas atau terancam, sehingga kita kita membuka bagian torso, kita tampak lebih jujur dan terbuka," kata John P Garrison, psikolog dan pakar bahasa tubuh.
 
 
Ilustrasi senyumanMinerva Studio Ilustrasi senyuman
 
Senyum akan memberikan aura positif dan menunjukkan kepada orang lain bahwa Anda terbuka dengan percakapan. Namun, perlu diingat bahwa senyum yang dibuat-buat atau dipaksakan akan menjadi bumerang bagi Anda sendiri.
 
"Emosi yang jujur bersifat bilateral. Pastikan bila Anda ingin tersenyum, maka senyumlah dengan tulus dan sepenuh hati. Senyum pada satu sisi wajah secara tak sadar bermakna penghinaan dan bukan ide yang bagus," jelas Garrison.
 
3. Kontak mata
 
Ilustrasi rekan kerjaGetty Images/iStockphoto/fizkes Ilustrasi rekan kerja
 Kontak mata yang kuat adalah kunci agar terlihat bersahabat dan percaya diri.
 
"Memandang seseorang langsung pada matanya terlalu mengintimidasi. Sebaliknya, pandanglah wajahnya sesaat, kemudian matanya, hidungnya, mulutnya sesaat," terang Lillian Glass, pakar bahasa tubuh.
 
Selain itu, Glass juga menyarankan Anda untuk tidak memandang sekeliling atau ponsel Anda ketika berbicara dengan orang lain.
 
 
Ilustrasi wawancara kerjaDragonImages Ilustrasi wawancara kerja
 
Jabat tangan dengan tegas memberikan kedan pertama yang kuat pula. Jabat tangan secara vertikal dan posisikan tangan Anda dan kolega Anda tepat di tengah.
 
"Jangan posisikan tangan Anda mendominasi atau submisif. Jabat tangan dengan tegas. Apabila tangan Anda berkeringat, maka lap keringat Anda terlebih dulu," ujar Mark Anderson, direktur pelatihan dan pengembangan di Anderson Investigative Associates.
 
5. Gestur tangan
 
Ilustrasi bekerja sama.Shutterstock Ilustrasi bekerja sama.
 
Ketika Anda memulai percakapan, biarkan tubuh Anda bergerak secara natural.
 
"Karena kita cenderung kaku saat merasa terancam, pergerakan tubuh yang minim dapat dilihat sebagai upaya tak jujur atau mengelabui," tutur Garrison.
 
Sebuah studi menunjukkan pula bahwa orang yang lebih banyak berbicara dengan gestur tangan diyakini lebih jujur ketimbang mereka yang tak menggunakan gestur tangan saat berbicara.
 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X