IMF: Ekonomi Global dalam Momen Sulit dan Kehilangan Momentum

Kompas.com - 04/04/2019, 08:03 WIB
Direktur IMF Chistine Lagarde bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani mencicipi ubi goreng  yang masih hangat, yang dijual korban gempa Lombok, di Desa Guntur Macan, Lombok Barat, Senin (8/10/2018).KOMPAS.com/FITRI Direktur IMF Chistine Lagarde bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani mencicipi ubi goreng yang masih hangat, yang dijual korban gempa Lombok, di Desa Guntur Macan, Lombok Barat, Senin (8/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional ( IMF) Christine Lagarde, mengatakan ekonomi global kini berada dalam momen yang semakin sulit.

“Pertumbuhan kehilangan momentum yang kami harapkan cukup banyak di seluruh dunia. Kami memiliki 70 persen ekonomi yang melambat," kata Lagarde melansir CNBC, Kamis (4/4/2019).

Lagarde mencatat, ada risiko penurunan yang jelas, termasuk soal Brexit dan ketegangan perdagangan China yang telah memengaruhi kepercayaan bisnis.

Apalagi pasar sensitif terhadap data ekonomi global. Saham membukukan reli yang kuat pada Senin lalu, data manufaktur yang solid dari AS dan China setelah terpukul oleh penjualan ritel yang lemah dan jumlah barang tahan lama pada Maret.

Menambah volatilitas pasar telah menjadi berita yang datang dari negosiasi kesepakatan perdagangan antara China dan AS.

“Saya masih optimis (tentang kesepakatan dagang) dan ada dorongan yang jelas bagi kedua belah pihak untuk bergerak maju. Ini sangat penting," kata Lagarde.

Dia menambahkan, bahwa berdasarkan penelitian IMF, jika kenaikan tarif 25 persen diberlakukan akan menyebabkan hilangnya 0,6 persen pertumbuhan ekonomi AS dan kerugian 1,5 persen untuk ekonomi Tiongkok.

"Mengingat bahwa mereka adalah dua raksasa besar saat ini, jika Anda memiliki dampak negatif pada keduanya, itu akan sangat membebani ekonomi global dan itu akan buruk," jelasnya.




Close Ads X