4 Bank Sentral ASEAN Dorong Perdagangan dengan Mata Uang Lokal

Kompas.com - 05/04/2019, 19:37 WIB
ilustrasi Thinkstockilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI), Bank Negara Malaysia, Bangko Sentral ng Pilipinas, dan Bank of Thailand berkomitmen untuk terus mendorong kerangka kerja sama penyelesaian transaksi perdagangan bilateral dalam mata uang lokal (local currency settlement framework/LCS) di kawasan.

Dorongan ini terus dilakukan karena adanya peningkatan total transaksi peningkatan perdagangan melalui mata uang lokal.

Peningkatan ini disinyalir sejak terjadinya penandatangan 2 nota kesepahaman penyelesaian transaksi perdagangan bilateral menggunakan mata uang lokal masing-masing negara pada tahun 2016 lalu.

Baca juga: Perangi Pencucian Uang, BI Gandeng Bank Sentral Thailand

"Sejak itu, terdapat peningkatan penggunaan mata uang lokal untuk penyelesaian transaksi perdagangan bilateral, seiring dengan penurunan marjin kurs valuta asing," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan resmi, Jumat (5/4/2019).

Diketahui, total transaksi yang mengalami peningkatan ditunjukkan pada kuartal I tahun 2019. Pada kuartal I 2019, total transaksi perdagangan melalui LCS menggunakan baht mencapai 13 juta dollar AS atau setara dengan Rp 185 miliar.

Hal ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar 7 juta dollar AS atau setara dengan Rp 96 miliar.

Baca juga: Pemerintah Perlu Dorong Transaksi Perdagangan Internasional dengan Mata Uang Alternatif

Selain itu, BI dan Bank of Thailand juga sepakat untuk mengeksplorasi kemungkinan perluasan cakupan LCS framework yang telah berjalan saat ini.

Kesepakatan tersebut akan memberikan manfaat bagi pelaku usaha melalui pengurangan biaya transaksi dan peningkatan efisiensi dalam setelmen perdagangan.

Selain itu, hal tersebut juga akan memberikan lebih banyak opsi bagi pelaku usaha dalam memilih mata uang untuk setelmen transaksi perdagangan, sehingga mengurangi risiko nilai tukar terutama di tengah kondisi pasar keuangan global saat ini yang masih bergejolak.

Baca juga: Februari 2019, Inilah Mata Uang Terbaik di Asia

Manfaat lainnya, kesepakatan di antara empat negara ini akan mendorong penggunaan mata uang lokal lebih luas lagi dalam masyarakat ekonomi ASEAN.

Perkembangan lebih lanjut pasar valuta asing dan pasar keuangan di kawasan pun akan terus meningkat sehingga mampu mendukung integrasi ekonomi dan keuangan yang lebih luas. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X