Emiten Ini Kuasai 40 Persen Pasar Panel Surya Dalam Negeri

Kompas.com - 07/04/2019, 17:47 WIB
Ilustrasi panel surya linesolar.comIlustrasi panel surya

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY) menilai potensi pasar domestik panel surya masih cukup besar. Kini, perseroan menguasai sekitar 40 persen pasar panel surya di dalam negeri.

“Pasar domestik JSKY terbagi dua, yaitu proyek-proyek pemerintah dan umum. JSKY menguasai sekitar 80 persen proyek pemerintah yang umumnya berupa proyek pembangkit listrik tenaga surya ( PLTS) di desa-desa. Sedangkan untuk umum atau swasta, market share kami berkisar 30-40 persen,” ujar Direktur Utama Sky Energy Indonesia Jackson Tandiono dalam pernyataannya, Minggu (7/4/2019).

Jackson menuturkan, pemerintah berkomitmen dalam pencapaian target pemanfaatan EBT hingga 23 persen pada 2025, dengan proyeksi energi surya meningkat dari 5.000 MWp pada 2019 menjadi 6.400 MWp pada 2025.

Baca juga: Listrik Panel Surya Bisa Dijual ke PLN

JSKY sebagai produsen panel surya lokal pertama di Indonesia mengambil kesempatan strategis tersebut untuk masuk ke pasar dalam negeri.

“Sebagai produsen solar panel, kami memproduksi sendiri panel surya di Indonesia, termasuk memberi layanan solusi kepada konsumen,” terang Jackson.

Menurut dia, saat ini produk panel surya JSKY juga kian praktis dari sisi pemasangan sehingga memudahkan bagi konsumen PLN yang tertarik untuk menggunakan sistem PLTS.

"Kami sangat antusias memproduksi teknologi zero emission ini, khususnya di Indonesia sebagai negara tropis yang menerima pancaran sinar matahari sepanjang tahun, agar pemanfaatan energi matahari di Indonesia semakin optimal," kata dia.

Baca juga: Produk Panel Surya Indonesia Bebas dari Tindakan Pengamanan Perdagangan AS

Produk panel surya JSKY saat ini, urai dia, dipasarkan di dalam dan luar negeri. Untuk pasar luar negeri antara lain negara-negara Eropa, Amerika Serikat, dan Kanada. Komposisi penjualan JSKY seimbang antara dalam dan luar negeri, masing-masing 50 persen dari total penjualan.

“Tahun ini, kami menargetkan pertumbuhan penjualan berkisar 30 persen dibandingkan tahun 2018. Hal ini didukung oleh peningkatan kapasitas produksi JSKY dari 100 MWp menjadi 200 MWp,” terang Jackson.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X