KPPU: Holding Penerbangan Rawan Timbulkan Persaingan Usaha Tak Sehat

Kompas.com - 09/04/2019, 14:05 WIB
Ilustrasi penerbangan di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang KOMPAS.com/NAZAR NURDINIlustrasi penerbangan di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai pembentukan perusahaan induk atau holding BUMN penerbangan rawan memunculkan persaingan usaha yang tak sehat.

“Posisi dominan memang memberikan potensi (persaingan usaha tak sehat), karena apa, posisi dominan rawan disalahgunakan, dalam konteks penyalahgunaan posisi,” ujar Anggota Komisioner KPPU Guntur Saragih seperti dikutip dari KompasTV, Selasa (9/3/2019).

Guntur menjelaskan, dikhawatirkan dengan adanya holding ada salah satu perusahaan yang akan menguasai pasar. Dengan begitu, pasar hanya akan dikuasai perusahaan tertentu saja.

“Yang dominan itu salah satunya penguasaan pasar. Kalau pasar makin menjadi terkosenterasi, maka potensi itu ada. Tergantung pelakunya, apakah menyalahgunakan posisi dominan (atau tidak),” kata Guntur.

Baca juga: Holding BUMN Penerbangan Bakal Dibentuk, Siapa Pimpinannya?

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, holding penerbangan ini rencananya akan terdiri dari PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

"Kami analisa sekarang perusahaan holding membawahi AP I dan II dan juga operasi transportasi yang lain seperti Garuda," jelas dia akhir pekan lalu.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X