Holding BUMN Penerbangan Bakal Dibentuk, Siapa Pimpinannya?

Kompas.com - 07/04/2019, 18:50 WIB
Airbus A300 milik Garuda Indonesia tahun 1985Wikipedia Airbus A300 milik Garuda Indonesia tahun 1985

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah kembali mencetuskan untuk kembali menyatukan badan usaha milik negara ( BUMN) lewat holding. Kali ini, sektor yang ingin digabungkan adalah sektor penerbangan.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, holding penerbangan ini rencananya akan terdiri dari PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

"Kami analisa sekarang perusahaan holding membawahi AP I dan II dan juga operasi transportasi yang lain seperti Garuda," jelas dia akhir pekan lalu.

Baca juga: Menteri Rini Kaji Pembentukan Holding BUMN Penerbangan

Meski begitu, dirinya mengaku masih mengkaji siapa yang akan dijadikan sebagai induk dalam holding penerbangan ini. Terkait hal ini, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro juga mengatakan, pembahasan terkait rencana ini masih sangat awal.

"Sudah ada pembahasan tapi masih awal," katanya kepada KONTAN.

Tapi yang pasti holding ini dinilai agar bisa mengehemat pengeluaran sekaligus meningkatkan profesionalitas para BUMN. Sebab sering kali BUMN kerap mengalami double cost.

Baca juga: Menteri Rini Minta Perusahaan BUMN Tak Saling Sikut

Misalnya di perusahaan pertambangan yang sering kali memiliki bidang usaha atau bisnis serupa namun sama-sama mengeluarkan biaya untuk keperluan yang sebenarnya bisa dikonsolidasikan. Kemudian, di holding migas untuk kebutuhan alat berat sebetulnya masih bisa saling pinjam jika dibutuhkan jadi tidak perlu masing-masing harus punya.

Vice President Corporate Communication AP II Yado Yarismano juga mengaku sudah mengetahui rencana pemerintah ini. Bahkan, sudah ada beberapa kali rapat untuk membahas hal ini.

"Sudah ada beberapa kali rapat tapi masih awal," tutur dia kepada KONTAN.

Begitu juga dengan Sekretaris Perusahaan AP I Handy Heryudhitiawan mengatakan juga sudah mengetahui siapa saja saja calon-calon perusahaan BUMN di holding ini.

"Dari kami lebih mengikuti proses saja," katanya.

Baca juga: Holding, Kementerian BUMN Janji Tak Minta Suntikan Dana Negara Lagi

Namun yang jelas, holding penerbangan ini dimaksud agar pengembangan di sektor penerbangan itu bisa lebih terstruktur dan fokus. Apalagi, saat ini pemerintah memiliki fasilitas-fasilitas untuk meningkatkan aksesbilitas, terutama di bandara.

Halaman Berikutnya
Halaman:



Close Ads X