Kemendag Pastikan Distribusi Bahan Pokok Lancar Saat Lebaran

Kompas.com - 10/05/2019, 20:10 WIB
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti ketika melakukan pemeriksaan harga di kawasan Bintaro, Jumat (10/5/2019).KOMPAS.com/MUTIA FAUZIA Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti ketika melakukan pemeriksaan harga di kawasan Bintaro, Jumat (10/5/2019).

TANGERANG, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan ( Kemendag) memastikan distribusi bahan-bahan pokok tetap lancar pada saat Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 5 Juni hingga 6 Juni 2019 mendatang.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti mengatakan, pihaknya telah menyurati Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubda) Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) agar memprioritaskan distribusi bahan-bahan pokok selama H-5 hingga tiga hari setelah Lebaran.

"Jadi enggak ada ceritanya itu enggak boleh jalan," ujar Tjahya ketika melakukan inspeksi harga bahan pokok di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (10/5/2019).

Baca juga: Kemendag Yakin Harga Bawang Putih Bisa Stabil hingga Lebaran

Tjahya pun memastikan stabilitas harga bahan-bahan pokok selama Ramadhan hingga Lebaran. Meskipun untuk beberapa harga bahan pokok akan tetap mengalami sedikit kenaikan harga karena faktor musiman serta jumlah permintaan yang melonjak selama Ramadhan.

"Gula ada sedikit saja. Karena ini belum masuk musim giling ya. Ayam agak naik kemarin tapi sekarang sudah turun," ujar dia.

Sementara untuk harga bawang putih yang sejak sebelum Ramadhan lalu harganya naik tajam, bahkan menyentuh Rp 80.000 per kilogram di pasaran, Tjahya memastikan sepanjang puasa hingga Lebaran akan stabil di kisaran Rp 32.000 per kilogram di pasar tradisional dan Rp 35.000 di pasar ritel modern.

Harga bawang putih bisa dijaga pada kisaran tersebut lantaran pemerintah telah menggelontorkan sekitar 375,8 ton bawang putih impor hingga 8 Mei 2019 ke pasar.

Sementara untuk pasar ritel modern, Kemendag juga telah menyiapkan 500 ton bawang putih dari importir untuk memenuhi kebutuhan di bulan Mei.

"Juni nanti juga 500 ton kalau itu kurang nanti bisa tambah," ujar Tjahya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X