Kompas.com - 21/05/2019, 07:46 WIB
Ilustrasi: Seorang pengemudi Go-Jek, Senin (3/10/2016). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi: Seorang pengemudi Go-Jek, Senin (3/10/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Go-Jek, aplikator transportasi online melakukan uji coba penerapan tarif baru ojek online pada 1 Mei 2019. Uji coba tersebut berkaitan dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 Tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.

Chief of Corporate Affairs Go-Jek Nila Marita mengatakan, dalam tiga hari uji coba, terlihat adanya penurunan permintaan atau orderan Go-Ride yang cukup signifikan.

"Sehingga ini berdampak pada penghasilan mitra driver kami," kata Nila dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin (20/5/2019).

Meski begitu, demi mendukung pemerintah dalam implementasi Kepmenhub tersebut, Go-Jek akan terus melanjutkan penggunaan tarif uji coba layanan Go-Ride. Untuk lebih menarik minat masyarakat, Go-Jek menyiasatinya dengan berbagai promosi berupa diskon tarif.

Baca juga: Tarif Baru Ojek Online Dinilai Mahal, Menhub Mau Bikin Quick Count

Nila mengatakan, hal ini perlu dilakukan untuk menjaga tingkat pemintaan konsumen. Meski begitu, ia menyadari bahwa promosi hanya baik jika diterapkan dalam jangka pendek. Namun, dampaknya tidak baik bagi keberlangsungan usaha jika diterapkan dalam jangka waktu panjang.

"Subsidi berlebihan untuk promosi (diskon tarif) memberikan kesan harga murah, namun hal ini semu karena promosi tidak dapat berlaku permanen," kata Nila.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam jangka panjang, subsidi berlebihan akan mengancam keberlangsungan industri, menciptakan monopoli, dan menurunkan kualitas layanan dari industri itu sendiri.

Ancaman terhadap keberlangsungan industri dapat mengakibatkan hilangnya peluang pendapatan bagi para mitra driver. Go-Jek, kata Nila, ingin menjaga keberlangsungan industri ini agar mitra driver mereka terus mendapat sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Di sisi lain, para konsumen tetap dapat menikmati layanan yang aman, nyaman, dan berkualitas.

Go-Jek akan terus melaporkan perkembangan terkait uji coba tarif kepada Pemerintah untuk dapat saling memberikan dan menerima masukkan.

"Kami berharap dapat bersama-sama menciptakan industri yang sehat, sehingga dapat terus mempermudah hidup konsumen serta menjaga pendapatan dan kesejahteraan driver yang berkesinambungan," kata Nila.

Baca juga: Tarif Baru Ojek Online, Grab Sebut Pendapatan Pengemudi Naik 30 Persen



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.