KILAS

Awas, Banyak Pupuk dan Pestisida Palsu

Kompas.com - 05/06/2019, 08:01 WIB
Terlihat seorang buruh sedang mengangkut Pupuk Bersubsidi di Ciamis, Jawa Barat. Dok. Humas Kementerian Pertanian RITerlihat seorang buruh sedang mengangkut Pupuk Bersubsidi di Ciamis, Jawa Barat.

Selain itu, Sarwo menyinggung masalah peredaran pupuk subsidi.

Saat ini, masih banyak daerah yang menerima pupuk subsidi dengan volume tetap padahal sudah banyak lahan yang beralih fungsi.

Menurut dia ada dua penyebab persoalan itu. Pertama, Dinas Pertanian belum mengetahui adanya alih fungsi lahan.

Kedua, program cetak sawah telah dilaksanakan di daerah tersebut untuk menutupi lahan yang hilang akibat alih fungsi.

"Sehingga kebutuhan pupuk di daerah tersebut volumenya tidak berkurang," kata Sarwo.

Ia menambahkan, distribusi pupuk tidak ada yang kekurangan atau kelebihan, karena sesuai dengan usulan kebutuhan petani berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

"Begitu juga dengan kasus keterlambatan distribusi pupuk, hal ini mestinya tidak terjadi. Kontrak telah dibuat lebih awal, sehingga distribusi bisa lebih cepat," ujar dia.

Adapun distribusi pupuk melalui empat lini, yaitu lini I sampai lini IV, mulai dari produsen hingga pengecer.

Dengan pola distribusi seperti itu, kata dia, kadang masih ada kasus yang terlambat.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X