Hemat Biaya, Cari Vendor Pernikahan di Platform Digital Semakin Diminati

Kompas.com - 20/07/2019, 21:12 WIB
Publisher & COO Weddingku Reza Paramita, Putri Indonesia DKI I 2015 Kykuu, Perencana finansial & Co-Founder Zap Finance Prita Hapsari Ghozie, dan Country Brand Manager Shopee Rezki Yanuar (kirin-kanan) dalam acara Bincang Shopee FIKA NURUL ULYA Publisher & COO Weddingku Reza Paramita, Putri Indonesia DKI I 2015 Kykuu, Perencana finansial & Co-Founder Zap Finance Prita Hapsari Ghozie, dan Country Brand Manager Shopee Rezki Yanuar (kirin-kanan) dalam acara Bincang Shopee

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan teknologi di segala lini membuat industri penyedia jasa pernikahan dalam platform digital semakin dipandang menarik. Apalagi, generasi milenial yang "anti ribet" semakin banyak berada di rentang usia menikah dengan umur 20-30 tahun.

Karena dipandang menarik, pertumbuhan peminat dan transaksi semakin seksi di platform online yang mempertemukan pasangan calon pengantin dengan vendor pernikahan seperti Weddingku.

Publisher dan COO Weddingku Reza Paramita mengatakan, era digital membuat platformnya tumbuh. Saat ini, terdapat 2.000 pasangan calon pengantin bertemu vendor pernikahan dalam platform Weddingku setiap minggunya.

Baca juga: Ini Hal yang Harus dan Jangan Dilakukan Saat Menyiapkan Anggaran Pernikahan

"Jumlah populasi kita yang menginjak usia 20-30 tahun itu paling banyak, ini memang awal yang sangat baik bagi industri pernikahan. Saat ini jumlah pengunjung calon pengantin setiap minggunya lebih dari 2.000 dan sudah ada lebih dari  24.000 vendor di Weddingku," kata Reza Paramita di acara Bincang Shopee di Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

Tentu saja, hal ini terjadi karena generasi milenial anti ribet. Jika dulu pasangan calon pengantin kerap sulit menemukan vendor yang sesuai meski sudah mencari 3-5 bulan, sekarang bisa dilakukan dengan platform digital.

"Dengan menggunakan platform digital, milenial tak perlu lagi menghabiskan waktu dan biaya lebih banyak. Sekarang digital justru membuat mudah dan menghemat uang. Itu yang membuat industri kita semakin menarik. Karena cara kita mempromosikan jadi berubah total meskipun basicnya sama," ungkap dia.

Adapun dari sisi tren pernikahan, milenial cenderung memilih pernikahan dengan undangan terbatas (intimate). Nampaknya, milenial sudah semakin sadar dengan memilih pernikahan intimate akan lebih banyak menghemat pengeluaran.

Namun, tren budaya dari keluarga besar masih bisa mengungguli tren tersebut.

"Milenial banyak memilih untuk lebih intimate. Tapi budaya kita jauh lebih kuat di mana permintaan orangtua biasanya harus dituruti. Orangtua ingin anaknya mengundang banyak orang dan mengikuti keseluruhan acara adat di pesta pernikahan, yang biasanya memakan banyak biaya," jelas Reza.

Baca juga: MK Hapus Larangan Pernikahan Teman Sekantor, Ini Kata Serikat Pekerja

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X