Soal Revisi Laporan Keuangan Garuda Indonesia, Ini Kata Akuntan

Kompas.com - 29/07/2019, 13:51 WIB
Pesawat Garuda Indonesia terparkir di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten, Minggu (10/2/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Pesawat Garuda Indonesia terparkir di apron Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten, Minggu (10/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Akhir pekan lalu, maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk merilis laporan keuangan yang telah direvisi. Dalam laporan keuangan teranyarnya, Garuda Indonesia melaporkan kerugian sebesar 175 juta dollar AS atau setara sekira Rp 2,45 triliun.

Terkait laporan keuangan Garuda yang direvisi, Ketua Umum Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Tarkosunaryo menuturkan, Garuda memang seharusnya menyajikan kembali laporan keuangannya untuk tahun fiskal 2018.

"Itukan perintah dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk melakukan penyajian kembali LK 2018 dan OJK punya memiliki wewenang untuk memberikan perintah tersebut," ujar Tarkosunaryo dalam keterangannya, Senin (29/7/2019).

Baca juga: Sahamnya Turun Pasca Revisi Keuangan, Ini Tanggapan Garuda Indonesia

Tarkosunaryo menilai, restatement laporan keuangan Garuda Indonesia tahun buku 2018 merupakan langkah yang terbaik dan walaupun memang tercatat rugi sebesar 175 juta dollar AS.

Tarko menjelaskan, penyajian kembali laporan keuangan yang dilakukan oleh Garuda Indonesia merupakan bentuk kepatuhan perusahaan atas arahan yang diberikan regulator, yakni OJK dan kepatuhan atas standar akuntansi yang ada. Langkah ini juga merupakan bentuk keterbukaan informasi publik.

Hal tersebut dilakukan merespon hasil keputusan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Baca juga: Laporan Keuangan 2018 Direvisi, Garuda Indonesia Rugi Rp 2,45 Triliun

Sebelummya diberitakan, pada laporan keuangan yang disajikan ulang, Garuda Indonesia mencatatkan rugi bersih sebesar 175,02 juta dollar AS atau setara Rp 2,45 triliun dari sebelumnya laba sebesar 5,01 juta dollar AS.

"Dalam kaitan penyajian ulang Laporan Keuangan 2018, Garuda Indonesia mencatatkan laporan pendapatan usaha sebesar 4,37 miliar dollar AS, tidak mengalami perubahan dari laporan pendapatan sebelumnya," ujar VP Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (26/7/2019).

Selain restatement laporan keuangan tahun 2018, Garuda Indonesia pun diminta untuk melakukan restatement laporan keuangan kuartal I-2019 oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X