Pemerintah: Harga Tiket Pesawat yang Mahal Itu Sebenarnya Normal

Kompas.com - 09/08/2019, 19:30 WIB
Seminar Nasional Polemik Harga Tiket Pesawat dalam Perspektif Hukum, Bisnis, dan Investasi di Jakarta, Jumat (9/8/2019). FIKA NURUL ULYASeminar Nasional Polemik Harga Tiket Pesawat dalam Perspektif Hukum, Bisnis, dan Investasi di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penasehat Kebijakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Lin Che Wei menyebut harga tiket yang kerap disebut mahal sebenarnya adalah harga yang kembali normal setelah sempat berada di harga tidak wajar alias harga murah.

Pasalnya bila terlalu murah, moda pesawat terbang bisa menyaingi dan menggerus pengguna moda transportasi lain dan berujung tidak laku.

"Harusnya airlines adalah bisnis yang investasi paling besar, paling nyaman, paling cepat. Apabila murah, seluruh moda lain, habis. Airlines predatory pricing, sehingga bus mati dan lain-lainnya mati. Buat saya sebagai pengambil kebijakan, era mana yang sebenarnya harga normal? Kalau saya lihat dari sisi ekonomi era sekarang yang normal," kata Lin Che Wei di Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Lin mengatakan, bisnis penerbangan udara adalah bisnis yang enigma, alias bisnis yang aneh dan membuat bertanya-tanya. Sebab, paling maju dalam sisi teknologi tapi profitnya sangat marginal. Sehingga fenomena murahnya tiket pesawat merupakan fenomena tak lazim.

Selain itu, ucap Lin, masyarakat yang berteriak tiket mahal sebenarnya telah terbiasa dengan adanya tiket murah, sehingga tiket yang kembali normal kerap disebut mahal.

"Karena sudah dinina-bobokan (terbiasa) dulu. Masyarakatnya sudah terbiasa dengan sesuatu yang tidak wajar kan. Kayak sekarang lah kamu naik gojek," ucap Lin.

Baca: Pemerintah Dinilai Terlalu Ikut Campur soal Harga Tiket Pesawat

Pengamat dunia penerbangan Chappy Hakim mengamini. Menurutnya tiket udara pasti mahal karena memberikan kenyamanan dan kecepatan.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X