737 MAX Dilarang Terbang, Pesawat Boeing 737 Generasi Lama Makin Laris

Kompas.com - 11/08/2019, 11:14 WIB
Pesawat Boeing 737 MAX 8 parkir di tarmac pabrik pesawat Boeing di Renton, Washington, Amerika Serikat, 8 Desember 2015. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/JASON REDMONDPesawat Boeing 737 MAX 8 parkir di tarmac pabrik pesawat Boeing di Renton, Washington, Amerika Serikat, 8 Desember 2015. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

NEW YORK, KOMPAS.com - Pesawat Boeing 737 seri lama, yakni seri 737-800 laris manis diincar oleh maskapai. Ini lantaran pesawat Boeing 737 MAX masih dilarang terbang di seluruh dunia.

Maskapai melirik pesawat Boeing 737-800 generasi lama lantaran harus memenuhi permintaan yang meningkat. Akibatnya, harga sewa pun menjadi melonjak.

"Pesawat (Boeing 737) 800 bekas seperti emas sekarang," kata Phil Seymour, CEO perusahaan konsultan dirgantara Inggris IBA seperti dikutip dari CNBC, Minggu (11/8/2019).

Seymour mengestimasi, rata-rata sewa untuk pesawat Boeing 737 versi lama untuk periode 2 tahun atau kurang naik 40 persen menjadi sekira 300.000 dollar AS. Ini terjadi sejak regulator global melarang terbang pesawat Boeing 737 MAX pada Maret 2019 lalu.

Baca juga: Boeing Laporkan Kerugian Hampir Rp 42 Triliun

Asosiasi Transportasi Udara Internasional menyatakan, permintaan transportasi udara pada semester I 2019 naik 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun CEO perusahaan penyewaan pesawat Aircastle, Michael Inglese menyebut, beberapa maskapai yang menjadi konsumen perusahaannya menyewa pesawat 737 versi lama memperpanjang kontrak mereka. Bahkan, mereka menaikkan permintaan.

Inglese pun menuturkan, perusahaannya tidak memiliki pesawat Boeing 737 MAX. Menurut dia, pada awal periode pelarangan terbang pesawat 737 MAX, maskapai yakin pesawat itu akan segera diperbolehkan terbang, namun kini maskapai ragu bagaimana menangani pelarangan terbang yang berkepanjangan ini.

"Sekarang rasanya hanya ada sedikit penentuan keputusan. Semua orang menggaruk kepalanya (bingung) saat ini," jelas Inglese.

Baca juga: Boeing Telah Sisihkan Dana 50 Juta Dollar AS untuk Keluarga Korban 737 Max

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Sumber CNBC
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X